Berita

Luiz Inacio Lula da Silva usai mencoblos di bilik suara (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube BBC)

Global

Lula Menang Dramatis di Pilpres Brasil 2026 Usai Kalahkan Flavio Bolsonaro

SENIN, 26 OKTOBER 2026 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden petahana Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, sukses mempertahankan kekuasaannya setelah mencatat comeback gemilang atas penantang dari kubu kanan, Senator Flavio Bolsonaro, dalam pemilihan presiden putaran kedua yang berlangsung Minggu, 25 Oktober 2026 waktu setempat. 

Kemenangan ini sekaligus membalikkan keadaan setelah Lula sempat tertinggal pada putaran pertama.

Berdasarkan hasil resmi Mahkamah Pemilihan Umum Brasil (TSE) yang dikutip dari France24, Lula mengamankan 51,76 persen suara, mengungguli Flavio Bolsonaro yang meraup 48,24 persen. 
Hasil ketat ini berbalik dari pemungutan suara putaran pertama pada 4 Oktober 2026 lalu, di mana Flavio sempat memimpin dengan perolehan sekitar 47 persen suara, sementara Lula tertinggal di angka 45,16 persen. 

Hasil ketat ini berbalik dari pemungutan suara putaran pertama pada 4 Oktober 2026 lalu, di mana Flavio sempat memimpin dengan perolehan sekitar 47 persen suara, sementara Lula tertinggal di angka 45,16 persen. 
Tertinggal di putaran awal memaksa politikus senior berusia 80 tahun itu bekerja ekstra keras selama masa kampanye putaran kedua yang hanya berdurasi tiga pekan. Tokoh veteran Partai Buruh (PT) ini mengerahkan basis pendukung akar rumput secara masif, termasuk mengoptimalkan kampanye digital melalui saluran WhatsApp "Lula's Army" yang memiliki 8,5 juta pelanggan. 

Kemenangan ini resmi mengantar Lula ke masa jabatan keempatnya sebagai Presiden Brasil (non-konsekutif), setelah sebelumnya pernah memimpin raksasa Amerika Latin tersebut dalam dua periode (2003-2010) dan kembali terpilih pada 2023.

Duel antara Lula dan Flavio, yang merupakan senator sayap kanan sekaligus putra dari mantan Presiden Jair Bolsonaro, berlangsung sengit hingga detik-detik akhir penghitungan suara. 

Pada awal rekapitulasi, Flavio sempat memegang keunggulan tipis sebelum akhirnya perlahan disusul seiring masuknya suara dari berbagai daerah basis dukungan, di mana wilayah utara Brasil secara konsisten menyokong Lula dan wilayah selatan banyak melabuhkan suara untuk Flavio. Proses pemungutan suara di lapangan juga sempat diwarnai kendala teknis hingga Mahkamah Agung Brasil memutuskan perpanjangan waktu pencoblosan selama dua jam akibat laporan keterlambatan transportasi dan kendala bus menuju tempat pemungutan suara (TPS), yang membuat proses rekapitulasi awal sempat tertunda sejenak.

Sebagai negara dengan populasi dan ekonomi terbesar di Amerika Latin, hasil pemilihan umum Brasil kali ini membawa implikasi besar bagi peta politik regional. Kemenangan Lula memperkuat poros pemimpin berhaluan kiri-tengah di kawasan tersebut bersama Meksiko, sementara kemenangan kubu lawan sebelumnya diprediksi bakal mendekatkan Brasil ke Washington mengingat kedekatan kubu Bolsonaro dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Menanggapi kontestasi ini, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya memantau ketat perkembangan pemilu di Brasil, namun memilih untuk tidak memberikan dukungan terbuka kepada salah satu kandidat.

Bagi Lula, mandat baru ini menjadi batu loncatan untuk melanjutkan agenda pemerintahannya di tengah polarisasi politik yang tajam serta tantangan kedaulatan negara di bawah tekanan eksternal. Dengan keunggulan sekitar 3,5 poin persentase, Lula sukses membuktikan ketangguhannya dalam membalikkan situasi kritis demi memimpin kembali Brasil untuk lima tahun ke depan.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya