Berita

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Tabola Bale di WCCE 2026, Teuku Riefky Ingin Kreator Sejahtera

MINGGU, 25 OKTOBER 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Lagu "Tabola Bale" menggema dari panggung World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Para tamu mancanegara terlihat menggoyangkan mengikuti iramanya. 

Lagu yang dipopulerkan Silet Open Up bersama Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel ini, membawa musik dari Indonesia Timur menembus batas geografis dan menjangkau pendengar yang sangat jauh.

Namun, ada pertanyaan mendasar, seberapa besar nilai ekonomi yang akhirnya kembali kepada mereka yang menciptakannya?


Pertanyaan itu menjadi salah satu benang merah dalam WCCE 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Selama tiga hari, dari Rabu hingga Jumat 21-23 Oktober 2026, konferensi ekonomi kreatif dunia tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan delegasi berbagai negara. 

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pertumbuhan industri tidak boleh berhenti pada angka investasi, ekspor, atau jumlah tenaga kerja. Para kreator harus memperoleh manfaat yang lebih besar dari nilai yang mereka hasilkan.

"Ambisi kita adalah agar para kreator dapat memperoleh nilai yang lebih besar dari apa yang mereka ciptakan dan membangun mata pencaharian yang berkelanjutan dari kreativitas mereka," ujar Teuku Riefky dalam keterangan tertulis, Minggu 25 Oktober 2026

Pernyataan itu relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 6,8 persen, menyerap 27,4 juta tenaga kerja, menarik investasi sebesar 11,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp204,46 triliun, serta menghasilkan ekspor senilai 31,9 miliar Dolar AS atau sekitar Rp577 triliun.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peran ekonomi kreatif dalam perekonomian nasional. Tantangannya ke depan, bagaimana memastikan peluang dan nilai ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha tertentu, tetapi juga menjangkau kreator, usaha kecil, talenta muda, dan berbagai daerah yang memiliki potensi kreatif.

Bagi Teuku Riefky, promosi karya saja tidak cukup. Ekosistem kreatif memerlukan perlindungan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, infrastruktur digital, pengembangan talenta, serta jalur yang menghubungkan karya dengan pasar. 

"Tanpa itu, kreativitas berisiko berhenti sebagai potensi, sementara orang-orang di baliknya kesulitan membangun usaha dan penghidupan yang berkelanjutan," katanya.

Untuk memperkuat fondasi tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam rangkaian WCCE 2026, yakni Creative Economy Data Model (CEDM), Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027, Ekraf Academy sebagai platform pengembangan talenta ekonomi kreatif.

CEDM dikembangkan bersama World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk memetakan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih menyeluruh. Model ini mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan: Environment for Creativity, Resources for Creativity, dan Creative Value.

"Melalui inisiatif kolaboratif ini, kita ingin memastikan bahwa pengetahuan dan data dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia," demikian Teuku Riefky.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya