Berita

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea (tengah). (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Finansial

Rupiah Tertekan Sentimen MSCI, BI Siapkan Dua Jurus Intervensi

MINGGU, 25 OKTOBER 2026 | 00:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) menyiapkan intervensi melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan transaksi spot untuk mengantisipasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat arus keluar modal asing (outflow), menyusul sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, bank sentral akan terlebih dahulu memantau keseimbangan pasokan dan permintaan (supply and demand) rupiah maupun valuta asing (valas) di pasar keuangan.

Intervensi akan dilakukan apabila ketidakseimbangan pasokan dan permintaan valas memicu volatilitas nilai tukar rupiah yang melampaui batas toleransi BI.


“Kalau misalnya enggak ketemu (supply-demand valas), dan itu berpengaruh kepada pola volatilitas nilai tukar yang ada di luar toleransi kita, kami akan respons dengan operasi (moneter DNDF-Spot),” kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.

Erwin menjelaskan, pemilihan instrumen intervensi akan disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu penarikan modal oleh investor asing.

Jika investor asing belum akan menarik dananya pada hari yang sama, BI akan mengutamakan instrumen DNDF untuk mengantisipasi risiko pergerakan nilai tukar. Sebaliknya, apabila penarikan modal dilakukan secara langsung pada hari itu, bank sentral akan melakukan intervensi melalui transaksi spot.

“Kalau masih bisa dengan DNDF, dengan pengertian mereka enggak mau keluar hari ini, kita cover dulu pakai DNDF dengan risiko di nilai tukarnya aman. Tapi kalau mau keluar hari ini ya kita masuk dengan intervensi SPOT,” kata Erwin.

Meski demikian, Erwin menyebut transaksi valas setelah munculnya sentimen MSCI sejauh ini masih berada dalam batas toleransi BI.

Dia mengakui, tekanan pasar sempat mendorong nilai tukar Rupiah terus bergerak melemah ke level Rp18.000 per Dolar AS. Namun, pelemahan tersebut dinilai masih dapat ditangani oleh BI.

“Sejauh ini kalau kami lihat tidak berlebihan pergerakan nilai tukarnya. Ya sempat melemah di atas 18.000, tapi enggak terlalu lama, kita masih bisa ngelola dengan baik, shock-nya secara perlahan mulai membaik,” tandas Erwin.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah ditutup melemah mendekati Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan Jumat 23 Oktober 2026 sore. Mengutip data Bloomberg, rupiah bergerak ke level Rp18.080 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya