Berita

Transjakarta P11 rute Blok M-Bogor. (Foto: Istimewa)

Politik

Dewan Penasihat MTI:

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 23:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kelakar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung soal wacana rute Transjabodetabek dari Blok M bisa terhubung dari Bandung dinilai sebagai sindiran kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, wacana tersebut bukan berarti layanan Transjabodetabek benar-benar akan diperluas hingga Bandung.

"Sebetulnya itu nyindir KDM itu lho," kata Djoko kepada RMOL, Sabtu 24 Oktober 2026.


Menurutnya, konektivitas Jakarta-Bandung melalui transportasi bus sebenarnya sudah tersedia melalui layanan angkutan kota antarprovinsi (AKAP). 

Karena itu, kelakar Pramono, kata Djoko, lebih tepat dipahami dalam konteks pengembangan transportasi umum yang belum merata di daerah.

Djoko menilai Jakarta dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain dalam membangun sistem angkutan umum modern. Bahkan, Pemprov DKI Jakarta dinilai bisa mengambil peran sebagai pembina bagi daerah yang ingin mengembangkan layanan serupa.

"Jakarta itu siap membantu daerah-daerah lain yang mau membenahi angkutan umumnya. Saya sudah usulkan bagaimana Jakarta bisa menjadi 'Bapak Asuh' atau 'Bapak Pembina'," kata Djoko.

Menurut Djoko, persoalan utama pengembangan transportasi umum di daerah bukan semata-mata keterbatasan anggaran, melainkan juga kemauan pemerintah daerah untuk menjadikan transum sebagai prioritas pembangunan.

Berdasarkan data yang dipaparkan Djoko, dari 552 pemerintah daerah di Indonesia, baru 46 daerah atau sekitar 8 persen yang menyelenggarakan transportasi umum modern menggunakan APBD. Jumlah tersebut terdiri dari 13 provinsi, 19 kota, dan 14 kabupaten.

"Kenyataan di lapangan menunjukkan pertambahan yang sangat minim, baru 46 pemda (sekitar 8 persen) yang telah menyelenggarakan transportasi umum modern menggunakan APBD," kata Djoko.

Ia menilai, transportasi umum masih kurang mendapat perhatian karena dianggap tidak memberikan keuntungan sebesar proyek pembangunan fisik atau konstruksi.

"Bukan tidak mampu, cuma tidak mau. Karena keuntungan (politik/materinya) tidak bisa besar. Kalau membangun fisik/konstruksi, anggota dewan bisa dapat untung besar. Kalau angkutan umum, untungnya bagaimana? Susah," kata Djoko.

Padahal, menurutnya, transportasi publik memiliki manfaat luas bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat. Selain mengurangi kemacetan dan menekan biaya perjalanan, angkutan umum modern dapat memperkuat konektivitas wilayah, membuka akses ekonomi, serta mendorong pertumbuhan kawasan berbasis transportasi atau Transit-Oriented Development (TOD), seperti yang sedang dikembangkan di Blok M.

Sebelumnya, Pramono Anung berkelakar bahwa layanan Transjabodetabek dari Blok M, Jakarta Selatan, suatu saat bisa menjangkau Bandung, Jawa Barat.

Ia menjelaskan, kawasan Blok M kini semakin populer berkat keberadaan kuliner, panggung musik, serta geliat bisnis lokal. Kawasan tersebut juga terintegrasi dengan MRT dan Transjakarta sehingga mempermudah mobilitas masyarakat.

"Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai 'Negara Blok M'. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung," kata Pramono dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.

Pramono juga mengungkapkan peningkatan jumlah pengguna Transjabodetabek, termasuk rute Blok M-Bogor. Rute yang semula ditargetkan melayani 2.000 penumpang itu kini rata-rata hampir mencapai 10.000 pengguna.

Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang dikelola Pemprov DKI Jakarta terus meningkat, seiring dengan pengembangan kawasan Blok M sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kreatif.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya