Berita

Ilustrasi

Finansial

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 22:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) memastikan kecukupan likuiditas Rupiah di pasar keuangan nasional di tengah arus keluar modal asing (outflow) menyusul usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan arus keluar modal asing terus terjadi sejak dirilisnya dokumen konsultasi MSCI pada Kamis 15 Oktober 2026.

Menurut Erwin, tekanan arus modal asing tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi juga merambah pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).


“Kita memang mengamati ada outflow di pasar saham. Saya sudah sampaikan outflow yang terjadi sejak rilis consultative paper (MSCI) itu, pada hari Jumat 16 Oktober 2026, outflow tidak hanya terjadi di pasar saham, SBN juga outflow, SRBI juga outflow,” kata Erwin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Jakarta, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.

Meski demikian, Erwin tidak membeberkan besaran arus keluar modal asing yang terjadi sejak pengumuman konsultasi MSCI tersebut.

“Mengenai outflow, baiknya angkanya mungkin enggak keluar dari kita,” ujarnya.

Namun demikian, di tengah tekanan tersebut, BI terus memantau perkembangan transaksi di pasar keuangan, terutama kebutuhan dan kecukupan likuiditas rupiah serta keseimbangannya dengan pasokan valuta asing (valas).

Erwin menegaskan, bank sentral akan memastikan ketersediaan likuiditas rupiah tetap memadai untuk mendukung kelancaran transaksi di pasar saham, SBN, maupun SRBI.

“Karena bagaimanapun transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuiditas rupiah. Kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi,” tandasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya