Konsumen domestik semakin mengandalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk bertransaksi menggunakan dompet digital.
Riset MarkPlus 2026 mencatat, 85,3 persen dari 400 responden mengaku menggunakan dompet digital untuk pembayaran melalui QRIS. Fitur ini menjadi fitur yang paling banyak digunakan dibandingkan layanan lainnya.
Sementara itu, 77,3 persen responden memanfaatkan layanan tersebut untuk transfer uang ke rekening bank maupun sesama dompet digital.
Chief Marketing Officer MarkPlus Corp (MCorp), Yosanova Savitry mengatakan, meningkatnya penggunaan dompet digital turut mendorong perubahan ekspektasi konsumen terhadap layanan pembayaran digital.
Kemudahan transaksi, biaya administrasi, hingga tawaran cashback disebut menjadi faktor yang diperhitungkan masyarakat dalam memilih layanan dompet digital.
“Seiring dengan semakin eratnya penggunaan dompet digital dalam kehidupan sehari-hari, ekspektasi konsumen juga terus berkembang. Kemudahan dan kecepatan transaksi tetap menjadi faktor penting, tetapi konsumen juga mengharapkan fleksibilitas layanan serta manfaat finansial nyata yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Nova dalam MCorp Industry Update, dikutip Sabtu, 24 Oktober 2026.
Menurut Nova, penyedia layanan dompet digital harus mampu menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, bukan sekadar mengandalkan kemudahan transaksi.
Riset MarkPlus mencatat, selain untuk pembayaran QRIS, sebanyak 70,8 persen responden menggunakan dompet digital untuk belanja daring. Adapun 69 persen responden memanfaatkannya untuk membeli produk digital, mulai dari pulsa, paket data, hingga token listrik.
Khusus transaksi QRIS, kemudahan dan kecepatan pembayaran menjadi pertimbangan utama bagi 80,8 persen responden yang sering menggunakan fitur tersebut. Faktor lainnya meliputi luasnya jaringan merchant sebesar 54,4 persen serta promosi dan cashback sebesar 51,3 persen.
Dari sisi merek, ShopeePay mencatat tingkat top of mind tertinggi sebagai layanan yang pertama kali terlintas ketika responden memikirkan transaksi QRIS, yakni 37,7 persen. GoPay menyusul dengan 35,5 persen dan DANA sebesar 17,8 persen.
ShopeePay juga unggul dalam persentase penggunaan QRIS di antara responden yang sering menggunakan fitur tersebut, sebesar 40,5 persen. Posisi berikutnya ditempati GoPay sebesar 32,6 persen dan DANA sebesar 16,1 persen.
Nova menambahkan, fleksibilitas sumber dana juga menjadi pertimbangan konsumen. Sebanyak 30 persen responden yang sering menggunakan QRIS memperhitungkan ketersediaan berbagai pilihan sumber dana saat bertransaksi.
“Seiring dengan semakin luasnya penggunaan QRIS sebagai fitur dompet digital yang paling banyak digunakan, konsumen juga semakin membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi,” ujarnya.
Biaya Transfer dan Harga Produk Digital Jadi Perhatian KonsumenTak hanya pembayaran QRIS, layanan transfer uang juga menjadi salah satu penggunaan utama dompet digital. Dalam kategori ini, ShopeePay mencatat persentase penggunaan tertinggi sebesar 41,8 persen, diikuti GoPay sebesar 33,7 persen dan DANA sebesar 17,7 persen.
Biaya administrasi, kecepatan, serta kemudahan proses menjadi sejumlah aspek yang diperhitungkan konsumen dalam memilih layanan transfer. Terlebih, biaya transaksi berulang dapat memengaruhi pengeluaran pengguna yang rutin mengirim uang.
Pertimbangan harga juga terlihat dalam penggunaan dompet digital untuk membeli produk digital. Dari responden yang menggunakan layanan tersebut, 65,6 persen mempertimbangkan harga kompetitif ketika memilih platform.
ShopeePay kembali mencatat persentase penggunaan tertinggi untuk pembelian produk digital, yakni 39,5 persen.
Promosi Jadi Senjata PersainganPromosi masih menjadi salah satu daya tarik dalam persaingan dompet digital. Cashback, potongan harga, hingga fasilitas transfer berbiaya rendah menjadi penawaran yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.
Dalam riset tersebut, sebanyak 56,8 persen responden menilai ShopeePay sebagai layanan yang paling banyak menawarkan promosi. GoPay berada di urutan berikutnya dengan 33,5 persen, disusul DANA sebesar 4,8 persen dan OVO sebesar 2 persen.
“Promosi tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat konsumen menggunakan dompet digital. Namun, manfaat jangka panjangnya terletak pada seberapa relevan dan berguna penawaran tersebut dalam transaksi sehari-hari,” kata Nova.
Menurutnya, penyedia layanan perlu menawarkan nilai tambah yang lebih luas daripada promosi sesaat, termasuk penghematan yang konsisten dan pengalaman transaksi yang praktis.
Penggunaan PayLaterRiset MarkPlus juga mencatat tingginya penggunaan layanan kredit digital di kalangan responden. Sebanyak 86,5 persen responden menyatakan pernah menggunakan fitur kredit digital.
Dari kelompok tersebut, 90,8 persen mengaku pernah menggunakan layanan PayLater. SPayLater menjadi layanan yang paling banyak digunakan di antara pengguna PayLater, dengan persentase 77,4 persen.