Berita

Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella di Kendari. (Foto: Dok. Hanura)

Politik

Hanura Ingatkan Prabowo Jangan Salah Pilih "Pembantu"

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 09:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Visi besar Presiden Prabowo Subianto dinilai belum diterjemahkan secara optimal oleh jajaran menteri. Karena itu, Prabowo didorong mengevaluasi kabinet dan melakukan perombakan pada awal 2027.

Wakil Ketua Umum DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, gagasan Prabowo melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Merah Putih memiliki orientasi kerakyatan. Namun, pelaksanaannya di lapangan dinilai belum berjalan sesuai harapan.

“Sebenarnya ide-ide besar Pak Prabowo sangat humanis, mulai dari MBG agar tidak ada lagi anak bangsa kelaparan, hingga Koperasi Merah Putih untuk mengantisipasi tengkulak yang menjerat petani,” ujar Rio usai konsolidasi Tim Task Force DPP Hanura bersama pengurus dan legislator Hanura se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro, Kendari, Jumat, 23 Oktober 2026.


Menurut Rio, persoalan utama terletak pada kemampuan para menteri menerjemahkan visi dan misi Presiden menjadi kebijakan serta pelaksanaan yang efektif.

“Persoalannya ada pada tingkat aplikasi. Apa yang dicita-citakan dan digagas oleh Pak Prabowo sebagai presiden, tidak bisa diterjemahkan oleh para menterinya,” tegasnya.

Atas dasar itu, Rio mendorong Prabowo mengubah komposisi kabinet dengan lebih mengutamakan profesionalisme dibandingkan akomodasi politik dan balas budi kepada tim sukses. Ia juga menilai ukuran kabinet yang besar berpotensi memperpanjang koordinasi dan memperlambat pelaksanaan program. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan mulai dari tingkat menteri hingga wakil menteri.

“Warna kabinet harus mulai diubah menjadi wajah profesional, agar ide besar presiden bisa diwujudkan. Kabinet kerja atau jaken kabinet harus jadi orientasi ke depan,” kata Rio.

Ia menyarankan reshuffle dilakukan pada awal 2027 agar pelaksanaan APBN tahun tersebut ditangani oleh jajaran menteri kompeten. Sebab dua tahun ke depan menjadi periode penting bagi Prabowo-Gibran untuk merealisasikan program kerakyatan sebelum memasuki tahun politik.

“Tahun keempat sudah masuk tahun politik. Presiden tidak akan bisa fokus lagi pada persoalan kerakyatan. Sebab itu, dua tahun ke depan adalah waktu emas bagi Prabowo-Gibran,” ujarnya.

Di luar evaluasi pemerintahan, Rio juga mengapresiasi konsolidasi Hanura di Sulawesi Tenggara yang telah merampungkan pembentukan 221 Pimpinan Anak Cabang (PAC) atau kepengurusan tingkat kecamatan. Ia berharap penguatan struktur partai di daerah dapat menjadi modal menghadapi Pemilu 2029.

“Apa yang kami lakukan hari ini, bukan sekadar untuk menghadapi verifikasi faktual. Verifikasi faktual itu sasaran antara. Kami berkumpul, melakukan konsolidasi untuk memenangkan Pemilu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sulawesi Tenggara Fajar Ishak Daeng Jaya mengatakan, persiapan verifikasi faktual partai untuk Pemilu 2029 hampir tuntas. Pembentukan 221 PAC disebut telah melampaui target DPP.

Hanura Sultra juga menargetkan satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan di provinsi tersebut, penambahan kursi DPRD provinsi serta kabupaten/kota, dan peluang meraih posisi pimpinan DPRD di sejumlah daerah.

Untuk Pilkada mendatang, Hanura Sultra membidik empat wilayah sebagai sasaran pengusungan kader, yakni Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton Selatan, Kolaka, dan Konawe Kepulauan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya