Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Program Padat Karya Prabowo-Gibran Dinilai Buka Lapangan Kerja

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 09:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan industri hilirisasi, hingga penguatan ekonomi desa dinilai berpotensi memperluas lapangan kerja selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pengamat Ekonomi Yusuf Wicaksono mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah menjadi salah satu indikator positif bagi aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen secara kumulatif pada semester I 2026. Sementara itu, ekonomi Jawa Tengah tumbuh lebih tinggi, yakni 5,80 persen.


Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,89 persen secara tahunan atau *year-on-year* (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen.

“Pertumbuhan tersebut juga diiringi perbaikan di sektor ketenagakerjaan, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2026 tercatat 4,24 persen, turun 0,09 poin dibandingkan Februari 2025,” kata Yusuf kepada wartawan, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut Yusuf, aktivitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Pertamina, Semen Gresik, Pupuk Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), turut menopang perekonomian Jawa Tengah.

Salah satu pengembangan industri yang disorot adalah proyek hilirisasi Pertamina berupa pembangunan kilang bensin di Cilacap yang dimulai pada April 2026. Pengembangan industri tersebut dinilai dapat memperluas aktivitas ekonomi, membuka kebutuhan tenaga kerja, serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

Selain sektor industri, program MBG juga dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui rantai pasok pangan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Yusuf menilai, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga dapat membuka kesempatan kerja dan memperluas pasar bagi petani serta pemasok bahan pangan lokal.

Setiap SPPG diperkirakan mempekerjakan sekitar 35 hingga 50 orang. Seiring bertambahnya unit pelayanan, program ini dinilai berpotensi memperluas penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.

“Di Kabupaten Semarang saja kurang lebih ada 28 SPPG. Secara agregat, penyerapan tenaga kerja ini ikut mendorong pertumbuhan ekonomi makro,” ujarnya.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Tengah mencatat terdapat 3.826 SPPG di Jawa Tengah per Maret 2026, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 164.000 orang.

Keterlibatan petani sebagai pemasok bahan pangan juga dinilai dapat memperkuat hubungan program pemerintah dengan ekonomi desa. Dengan demikian, manfaat ekonomi berpotensi menjangkau pelaku usaha di luar sektor formal.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya