Bursa saham Eropa ditutup melemah pada Jumat, 23 Oktober 2026 waktu setempat, tertekan penurunan saham otomotif, barang mewah, dan industri di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik serta tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak.
Indeks Stoxx 600 turun 0,5 persen ke level terendah dalam dua pekan, sedangkan Euro Stoxx 50 merosot dengan persentase serupa ke posisi terendah dalam lebih dari empat bulan. Sepanjang pekan, Stoxx 600 terkoreksi lebih dari 1,5 persen dan Euro Stoxx 50 kehilangan lebih dari 2 persen.
Di antara bursa utama, DAX Jerman turun sekitar 0,8 persen ke level 25.152, sementara CAC 40 Prancis melemah 0,4 persen ke posisi 7.783. FTSE 100 Inggris juga terkoreksi sekitar 0,5 persen, memperpanjang penurunan mingguan menjadi hampir 2 persen.
Tekanan pasar datang dari kenaikan harga minyak mentah Brent yang memperbesar kekhawatiran inflasi, ketidakpastian terkait perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta gejolak fiskal dan politik di Prancis. Data awal PMI menunjukkan aktivitas sektor swasta Jerman masih tumbuh pada Oktober, tetapi lajunya melambat lebih tajam dari perkiraan.
Dari sisi sektoral, saham industri, otomotif, telekomunikasi, dan barang konsumsi menjadi penekan utama. Kering anjlok 16,6 persen setelah penjualan Gucci melemah, sedangkan Volvo Cars merosot hampir 25 persen akibat penurunan tajam penjualan di China. Saham Safran juga turun 10 persen meskipun penjualannya meningkat.
Sebaliknya, saham energi tampil sebagai penopang pasar. Kenaikan harga minyak mendorong Shell menguat lebih dari 3,5 persen dan BP naik lebih dari 4 persen di London. Lonjakan harga minyak tersebut terjadi di tengah meningkatnya serangan terhadap Arab Saudi dan kekhawatiran gangguan pasokan terkait konflik Amerika Serikat dan Iran.
Di Prancis, perhatian investor juga tertuju pada peninjauan peringkat kredit negara oleh Moody’s. Kekhawatiran terhadap kondisi keuangan publik, meningkatnya biaya pinjaman, dan kesulitan pemerintah mengendalikan defisit membebani sentimen pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis tenor 10 tahun dilaporkan mencapai level tertinggi dalam 24 tahun.
Di tengah tekanan tersebut, L’Oréal bergerak berlawanan dengan pasar. Saham perusahaan kosmetik itu melonjak 5,6 persen setelah penjualan kuartal III melampaui ekspektasi, menjadi salah satu penguat utama di tengah maraknya aksi jual saham Eropa.