Berita

Gerakan bakti sosial serentak penyaluran 1 juta liter air bersih BEM PTNU. (Foto: Istimewa)

Sosial

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

SABTU, 24 OKTOBER 2026 | 02:05 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, BEM Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menggaungkan gerakan bakti sosial serentak melalui penyaluran 1 juta liter air bersih sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa Nahdliyin kepada masyarakat. 

Dalam rangkaian gerakan tersebut, sebanyak 120.000 liter air bersih disalurkan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Gerakan ini menjadi bagian dari ikhtiar menerjemahkan semangat Resolusi Jihad ke dalam aksi kemanusiaan, kepedulian ekologis, dan perjuangan mewujudkan keadilan sosial. Semangat perjuangan para ulama yang menjadi tonggak sejarah Hari Santri tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga diaktualisasikan melalui kerja nyata untuk menjawab persoalan masyarakat hari ini.


Dalam rangkaian kegiatan di Ketapang, Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Arip Muztabasani, turut hadir dalam penyaluran 120.000 liter air bersih. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen BEM PTNU Se-Nusantara untuk membangun gerakan mahasiswa yang tidak hanya kritis dalam merespons persoalan bangsa, tetapi juga solutif melalui tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Gerakan ini sejalan dengan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya dalam menjaga agama, bangsa, dan kemanusiaan. Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kualitas hidup, produktivitas ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, penyaluran air bersih tidak sekadar menjadi kegiatan sosial, melainkan juga wujud solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Arip Muztabasani, memandang bahwa peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk memperluas makna perjuangan santri dan mahasiswa dalam menjawab tantangan zaman.

“Resolusi Jihad mengajarkan bahwa perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan, dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa. Hari ini, semangat itu perlu kita aktualisasikan melalui kerja nyata untuk menjawab persoalan kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, korupsi, ketimpangan sosial, hingga kerusakan lingkungan. Penyaluran air bersih merupakan salah satu bentuk pengabdian yang berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat,” kata Arip dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 23 Oktober 2026.

Menurut dia, tantangan bangsa tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan seremonial semata. Kemiskinan harus dijawab dengan pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar; keterbatasan pendidikan melalui pemerataan akses belajar dan penguatan literasi; korupsi melalui integritas, transparansi, serta pengawasan publik; sedangkan kerusakan lingkungan membutuhkan perlindungan ekosistem dan tata kelola sumber daya alam yang berkeadilan.

Penyaluran 120.000 liter air bersih di Ketapang menjadi salah satu bentuk kehadiran gerakan mahasiswa di tengah masyarakat. Aksi ini diharapkan tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi turut memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air, perlindungan lingkungan, dan pemerataan akses terhadap kebutuhan dasar.

BEM PTNU Se-Nusantara juga memandang pentingnya gerakan yang sejalan dengan komitmen PBNU dan nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama dalam memperluas jangkauan pengabdian. Jaringan pesantren, ulama, mahasiswa, dan masyarakat merupakan modal sosial strategis untuk membangun gerakan kemanusiaan yang terorganisasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai khidmah, ukhuwah, dan maslahah yang menjadi landasan pengabdian Nahdliyin. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengamat kebijakan, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui gerakan yang terukur, partisipatif, dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan demikian, momentum Hari Santri Nasional tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Warisan perjuangan para ulama melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 perlu diteruskan dalam bentuk perjuangan kontemporer untuk membangun masyarakat yang berdaya, memperluas akses pendidikan, menegakkan integritas publik, dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui gerakan bakti sosial serentak penyaluran 1 juta liter air bersih, BEM PTNU Se-Nusantara menegaskan komitmennya untuk terus bergerak sejalan dengan semangat perjuangan PBNU dan Nahdlatul Ulama dalam menjawab persoalan kemanusiaan serta memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Arip.

“Hari Santri adalah momentum untuk melanjutkan perjuangan, bukan sekadar mengenang sejarah. Dari semangat Resolusi Jihad menuju aksi kemanusiaan, BEM PTNU Se-Nusantara meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmah kepada umat, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya