Berita

Ketua Umum Indonesian Creative Cities Network (ICCN), TB. Fiki C. Satari. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Makro

Himpun Aspirasi 38 Provinsi, ICCN Dorong Potensi Ekraf Daerah Tembus Pasar Global

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indonesian Creative Cities Network (ICCN) menghimpun aspirasi pelaku ekonomi kreatif dari 38 provinsi di Indonesia melalui Manifesto Suara Ekraf Indonesia.

Manifesto tersebut disusun dari berbagai persoalan, gagasan, dan usulan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat pengembangan industri kreatif di daerah melalui forum “Suara Ekraf Indonesia”.

Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Road to World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar melalui kolaborasi ICCN, serta Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).


Ketua Umum ICCN, TB. Fiki C. Satari, mengatakan manifesto tersebut menjadi wadah untuk merangkum kebutuhan pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah, sekaligus menyusun gagasan pengembangan industri kreatif agar mampu menjangkau pasar global.

“Jadi, dikumpulkan dari mulai apa permasalahannya, apa kata kuncinya, apa kemudian yang nanti diajukan aspirasi, ide-ide, gagasan untuk ekonomi kreatif ini dibangun di daerahnya masing-masing untuk Indonesia dan untuk dunia,” ujar Fiki dalam konferensi pers di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.

Sejumlah aspirasi yang mengemuka mencakup penguatan sinergi dan kolaborasi, regulasi yang transparan, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta pembentukan forum yang menghubungkan pelaku ekonomi kreatif daerah dengan jejaring nasional maupun internasional.

Fiki menegaskan, ICCN akan mengawal aspirasi yang telah dihimpun agar tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi ditindaklanjuti menjadi program dan aksi nyata bagi komunitas kreatif di seluruh Indonesia.

“ICCN, Indonesian Creative Cities Network akan memastikan, mengawal semua tadi apa yang sudah disampaikan dari manifestonya untuk bisa menjadi rencana aksi, dan rencana aksi bisa dikonkretkan, jadi aksi yang konkret, yang dapat menghadirkan kemajuan yang berkelanjutan, dan berdampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi konsistensi ICCN dalam membangun jejaring dan mendukung pengembangan ekonomi kreatif selama lebih dari satu dekade.

Ia menyatakan Kemenekraf siap berkolaborasi dengan ICCN untuk menyerap aspirasi daerah, mendampingi pengembangan kabupaten dan kota kreatif, serta memperluas jangkauan ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

“Jadi, terima kasih sekali lagi pada ICCN, terima kasih atas aspirasi, pengorbanan, dan spiritnya selama ini, dan Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan ICCN di seluruh Indonesia,” ungkap Teuku Riefky.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif perlu dimulai dari daerah agar potensi lokal dapat menjadi bagian dari penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dan inilah sebetulnya yang kita sedang perjuangkan bersama, ya, karena spirit daripada ekonomi kreatif yang juga diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” katanya.

Selain menghimpun aspirasi, ICCN juga menyiapkan peluncuran Superapp ICCN 2.0 dalam rangkaian WCCE 2026. Platform digital tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan pemangku kepentingan lainnya.

Superapp ICCN 2.0 akan dilengkapi sejumlah fitur, antara lain pemetaan ekosistem kreatif, jejaring profesional, marketplace layanan, direktori acara, Dashboard Indeks Kota Kreatif, Peta Ekraf, serta Super Agent berbasis kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk mendukung riset dan mempertemukan mitra kolaborasi potensial.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan sekaligus mengoptimalkan potensi daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing global.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya