Berita

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Pemerintahan

Ekspor Gas Bakal Dievaluasi, Bahan Baku Petrokimia Bakal Jadi Prioritas

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 20:37 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah berencana menghitung ulang alokasi ekspor gas bumi nasional yang saat ini mencapai sekitar 30 persen dari total produksi. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan pasokan dalam negeri, terutama bagi kebutuhan bahan baku industri hilirisasi petrokimia.

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sekitar 70 persen produksi gas nasional saat ini dimanfaatkan untuk konsumsi domestik, termasuk mendukung kegiatan hilirisasi.


“Ekspor kita kalau di gas kan total produksi kita 100 persen, itu masih ada kurang lebih sekitar 30 persen yang kita ekspor. 70 persen-nya itu untuk konsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk-bahan baku hilirisasi,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 23 Oktober 2026. 

Menurut Bahlil, peninjauan ulang alokasi diperlukan seiring dengan rencana pemerintah memperluas pengembangan industri petrokimia. Pasalnya, gas bumi menjadi salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan sektor tersebut.

“Ke depan, saya akan mencoba untuk melakukan exercise ulang agar mengoptimalkan untuk konsumsi dalam negeri, karena ke depan kita mendorongkan industri hilirisasi di petrokimia. Bahan bakunya adalah gas,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik tercatat mencapai 74,55 persen dari total alokasi. Pasokan tersebut digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari industri, kelistrikan, pupuk, hingga jaringan gas kota.

Sementara itu, ekspor gas bumi Indonesia tercatat sebesar 1.352,9 BBtud atau sekitar 25,39 persen dari total alokasi. 

Pengiriman tersebut terdiri dari gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) sebesar 998,77 BBtud dan gas melalui pipa sebanyak 354,13 BBtud.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya