Berita

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Pemerintahan

Lima Konsesi Tambang Bernilai Rp5.400 Triliun, Bahlil: Ada di NTB dan Papua

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 18:34 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lima area konsesi tambang yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua. Kelima konsesi tersebut memiliki komoditas tembaga dan emas.

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Prabowo telah memerintahkannya untuk mengevaluasi lima area konsesi tersebut.

“Itu ada di NTB, kemudian ada juga di Papua dan beberapa daerah lagi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.


Ia memastikan komoditas yang terkandung dalam kelima konsesi itu meliputi tembaga dan emas.

“(Komoditasnya) tembaga sama emas,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan telah menerima laporan mengenai lima area konsesi dengan nilai cadangan mineral terbukti (proven reserves) yang diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun atau setara 300 miliar Dolar AS.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026, Prabowo mengingatkan kementerian dan lembaga agar lebih selektif dalam memberikan izin konsesi atau izin usaha pertambangan (IUP).

Menurut Prabowo, pemerintah harus memastikan perusahaan penerima konsesi memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya tersebut. Ia juga menyoroti konsesi yang telah diberikan selama puluhan tahun, tetapi tidak kunjung dikerjakan.

“Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Jadi kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu, dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan,” kata Prabowo, Kamis, 22 Oktober 2026.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya