Berita

KPK NU menggelar Istighosah Kubro di depan Gedung Merah Putih KPK. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Istigasah Kubro: Tangkap dan Adili Nusron Wahid

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 15:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Massa yang mengatasnamakan KPK Nahdlatul Ulama (KPK NU) kembali mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap dan mengadili Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Desakan itu disampaikan melalui Istigasah Kubro bersama kiai kampung di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat sore, 23 Oktober 2026.

Koordinator KPK NU, Muhammad Sholihin, menuding sejumlah pihak telah mencederai marwah NU. Ia menyebut Nusron Wahid, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Juri Ardiantoro, serta sejumlah kiai sebagai pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban terkait polemik dugaan penggunaan uang hasil korupsi untuk kepentingan Muktamar ke-35 NU di Jombang.


"Bagi kami KPK NU, itu berarti oknum anasir-anasir jahat yang coba menjatuhkan marwah Nahdlatul Ulama, betul?" ujar Sholihin dalam orasinya yang disambut jawaban setuju dari massa.

Sholihin juga mempersoalkan proses pemilihan Rais Aam PBNU melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Ia mengklaim mekanisme tersebut tidak mencerminkan pilihan mayoritas peserta muktamar.

"Tapi Nusron, Gus Ipul, dan juga Juri Ardiantoro berada di dalam satu meja melakukan anasir jahat untuk memilih Kiai Haji Miftachul Choer sebagai Rais Aam, padahal Kiai Haji Miftachul Choer adalah bukan suara terbanyak!" katanya.

Menurut Sholihin, mayoritas peserta muktamar memilih KH Nurul Huda Djazuli. Ia menilai proses yang dipersoalkannya itu bermasalah secara moral dan bertentangan dengan aturan di lingkungan NU.

Atas dasar itu, ia meminta KPK menindaklanjuti dugaan yang disuarakan massa aksi. Sholihin menuding Nusron sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penggunaan uang hasil korupsi dalam penyelenggaraan muktamar.

Ia juga mempertanyakan alasan Nusron bepergian ke luar negeri ketika dipanggil penyidik KPK sebagai saksi.

"Maka kami hadir yang kedua kalinya, KPK NU dalam rangka Hari Santri Nasional. KPK NU menegaskan kembali dengan tema aksi ini istighosah kubro bersama kiai kampung agar KPK RI jangan takut, jangan bimbang, segera tangkap dan adili Nusron CS, betul?" serunya.

Pantauan RMOL, massa mengenakan kaus putih bertuliskan KPK NU dan membawa bendera Merah Putih serta bendera hijau berlogo NU. Mereka juga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan penangkapan dan pengadilan terhadap pihak-pihak yang mereka tuding terkait polemik Muktamar ke-35 NU.

Salah satu spanduk bertuliskan "Istighotsah Kubro bersama Kyai Kampung KPK-NU di KPK-RI Jakarta", disertai seruan "Tangkap & Adili Anasir Jahat Muktamar NU ke-35 di Jombang".

Sholihin menyebut aksi tersebut merupakan kali kedua kelompoknya mendatangi KPK untuk menyuarakan tuntutan terkait polemik muktamar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya