Berita

Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: RMOL)

Politik

Kader PPP NTB Ngaku Dipecat Mardiono Secara Sepihak

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 15:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gejolak internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali. Persoalan bukan hanya di tingkat DPP, namun semakin meluas hingga tingkat DPW dan DPC PPP di berbagai daerah di seluruh Indonesia oleh kebijakan pengurus pusat.

Kali ini, polemik terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) DPP PPP Nomor 0725/SK/DPP/W/IX/2026 yang disebut berdampak pada keanggotaan partai dan posisi salah satu kadernya di DPRD NTB.

Anggota DPRD NTB dari Fraksi PPP, Moh. Akri, mengaku menjadi salah satu pihak yang terkena dampak keputusan tersebut. Ia menyebut SK itu memuat keputusan pemberhentian dirinya sebagai anggota DPRD sekaligus pemecatan dari keanggotaan PPP.


Akri mempertanyakan dasar pemberhentian tersebut. Menurut dia, keputusan itu diambil tanpa alasan yang jelas, meski dirinya telah puluhan tahun menjadi kader dan ikut membesarkan PPP hingga berhasil menduduki kursi DPRD NTB.

“Surat pemecatan itu ditandatangani oleh Ketua Umum PPP Mardiono dan Wakil Sekjen DPP PPP Jabbar Idris. Dan membuat kondisi PPP NTB kurang kondusif,” kata Akri lewat keterangan resminya, 23 Oktober 2026.

SK Nomor 0725/SK/DPP/W/IX/2026 yang semula diterbitkan pada 28 September 2026 itu kemudian dibatalkan melalui SK Nomor 002/SK/DPP/W/X/2026 tertanggal 19 Oktober 2026. SK pembatalan tersebut ditandatangani Wakil Ketua Umum PPP Agus Suparmanto dan Sekretaris Jenderal PPP Taj Yasin Maimoen.

Perkembangan terbaru, DPP PPP kembali menerbitkan SK Nomor 091/SK/DPP/W/X/2026 yang mengangkat Moh. Akri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP NTB sekaligus memberhentikan Muzihir dari jabatan Ketua DPW PPP NTB.

Dalam SK tertanggal 11 Oktober 2026 itu, DPP PPP menetapkan Moh. Akri sebagai Plt Ketua DPW PPP NTB, Pauzan Basri sebagai Plt Sekretaris, dan Heri Widodo sebagai Plt Bendahara untuk sisa masa bakti 2021–2026.

Akri mengatakan, penunjukan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PPP. Ia mengaku mendapat mandat untuk segera melakukan konsolidasi dengan jajaran pengurus yang berada di pihaknya.

“Saya di-PLT-kan oleh Waketum dan sama Sekjen untuk segera mengonsolidasikan terhadap pengurus yang di pihak kita,” katanya.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya