Berita

Forum "Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menakar Realisasi Ekonomi Kreatif, Solusi Pengangguran Usia Muda di Jawa Barat” yang digelar Langkah Foundation di Haja Space, Jalan Cijawura 1, Kota Bandung, Kamis (22/10/26). (Foto: Istimewa)

Mikro

Pegiat Ekraf Beri Masukan 2 Tahun Prabowo-Gibran soal Pendidikan dan Peluang Kerja

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sektor ekonomi kreatif turut menyampaikan masukan terhadap dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pegiat ekonomi kreatif dan pendidikan, Muflih Dzakwan, menilai salah satu hal positif dalam dua tahun pemerintahan Prabowo adalah perhatian nyata terhadap kesejahteraan guru. 

Hal tersebut disampaikannya dalam forum "Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Menakar Realisasi Ekonomi Kreatif, Solusi Pengangguran Usia Muda di Jawa Barat” yang digelar Langkah Foundation di Haja Space, Jalan Cijawura 1, Kota Bandung, Kamis, 22 Oktober 2026.


Muflih mencontohkan seorang guru honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun dan akhirnya mendapat kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa program Prabowo-Gibran mulai memberikan manfaat, terutama terkait kesejahteraan guru dan perbaikan fasilitas sekolah.

“Ketika pergantian kepemimpinan, Pak Prabowo punya semangat untuk menyejahterakan guru. Guru tersebut alhamdulillah terpanggil PPG,” ujar Muflih dalam keterangannya, Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurutnya, kesempatan mengikuti sertifikasi profesi sangat penting bagi tenaga pendidik. Selain mendukung kesejahteraan, langkah tersebut diharapkan turut meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Muflih juga mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang dinilainya memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk memperbaiki fasilitas. Ia menyebutkan, sekolah yang dikelolanya telah mengajukan program revitalisasi pada 2025 dan mendapatkan kesempatan pada 2026. Meski masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, program tersebut dinilai membuka peluang perbaikan sarana pendidikan yang lebih baik.

“Dulu sekolah-sekolah harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan program revitalisasi. Sekarang aksesnya dirasakan lebih mudah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Kota Bandung, Wahyu Pratama, memandang diskusi publik ini sebagai ruang penting bagi mahasiswa dan anak muda untuk memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan. Ia mengatakan, apresiasi terhadap capaian pemerintah perlu berjalan beriringan dengan kritik konstruktif agar kebijakan yang dijalankan semakin efektif.

“Tugas teman-teman mahasiswa dan anak muda memang mengingatkan. Harapannya, dari diskusi ini bisa lahir perbaikan dan ide-ide konstruktif supaya ke depan seluruh kebijakan, termasuk agenda pemerintahan, bisa berjalan lebih baik lagi,” ujar Wahyu.

Kendati demikian, ia turut menyoroti agenda swasembada pangan sebagai salah satu program pemerintah yang perlu dicermati perkembangannya. Menurutnya, pembangunan juga harus memperhatikan dampak sosial, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Wahyu juga menyinggung kebijakan fiskal dan efisiensi anggaran. Ia berharap pengelolaan anggaran tetap memberikan ruang yang memadai bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pelayanan publik dan pembangunan.

"Kebutuhan daerah di sektor pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja harus tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan kebijakan anggaran," pungkas Wahyu.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya