Berita

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto, dalam sambutan penutupan Musrenbang HAM 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (22/10/26). (Foto: Humas Kementerian HAM)

Pemerintahan

Musrenbang HAM Tetapkan 8 Prioritas Nasional, Wamen: Kerja Baru Dimulai

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) 2026 menetapkan delapan isu HAM prioritas nasional yang akan menjadi bahan penyusunan perencanaan pembangunan bidang HAM ke depan.

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menegaskan, hasil forum yang melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi harus ditindaklanjuti dalam kebijakan dan penganggaran.

“Dua hari ini tidak sia-sia. Hasil ini bukan sekadar dokumen yang disimpan di lemari,” tegas Mugiyanto dalam sambutan penutupan Musrenbang HAM 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.


Mugiyanto mengatakan, hasil Musrenbang HAM akan disampaikan secara resmi kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Dalam Negeri, serta para menteri terkait lainnya. Hasil pembahasan tersebut juga akan dilaporkan kepada Presiden.

“Hasil dari apa yang kita bahas dalam forum ini juga akan dilaporkan secara resmi kepada Bapak Presiden. Artinya, suara yang Bapak/Ibu sampaikan di ruangan ini akan sampai ke meja pengambil kebijakan tertinggi negeri ini,” ungkapnya.

Seluruh masukan peserta akan dihimpun dan diolah sebagai bahan penyusunan perencanaan pembangunan bidang HAM. Karena itu, ia menekankan pentingnya tindak lanjut konkret setelah forum berakhir.

“Musrenbang boleh selesai hari ini, tetapi kerja kita justru baru dimulai,” katanya.

Menurut Mugiyanto, delapan isu HAM prioritas tersebut membutuhkan sinergi lintas instansi karena tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian atau lembaga saja. Seluruh pemangku kepentingan harus bekerja bersama untuk memastikan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM.

“HAM bukan urusan satu kementerian. Menghormati, melindungi, memenuhi, menegakkan, dan memajukan HAM adalah pekerjaan kita bersama,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menanggalkan sekat kelembagaan dan membangun kerja sama yang berorientasi pada pemenuhan martabat manusia Indonesia.

Mugiyanto berharap, hasil Musrenbang HAM dapat diterjemahkan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran di masing-masing instansi. Dengan demikian, kesepakatan yang dihasilkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Jangan berhenti di daftar hadir dan foto bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mugiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada perwakilan organisasi masyarakat sipil atau civil society organization (CSO) yang telah berpartisipasi aktif dan memberikan masukan selama dua hari pelaksanaan Musrenbang HAM.

“Perencanaan yang baik tidak lahir dari balik meja saja, tetapi dari mendengar langsung apa yang dirasakan rakyat di lapangan,” ungkap Mugiyanto.

Ia menegaskan, Kementerian HAM akan terus membuka ruang koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat sipil guna mendukung penyusunan perencanaan pembangunan HAM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menutup sambutannya, Mugiyanto mengajak seluruh peserta membawa semangat kolaborasi yang terbangun dalam Musrenbang HAM 2026 ke dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memanusiakan manusia,” pungkasnya.

Adapun delapan isu HAM prioritas nasional yang ditetapkan dalam Musrenbang HAM 2026 meliputi hak atas standar hidup yang layak, hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, hak atas pendidikan, hak atas kesetaraan akses terhadap pelayanan dasar, hak atas pembangunan, perlindungan dari risiko iklim dan bencana, hak atas pangan, serta kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Penetapan delapan isu tersebut dilakukan melalui sidang pleno yang diikuti 62 peserta. Setiap peserta memilih paling banyak delapan isu dari sejumlah persoalan yang diusulkan, dengan mempertimbangkan hasil penilaian kelompok kerja serta data dan temuan Kementerian HAM.

Musrenbang HAM 2026 berlangsung selama dua hari dan menjadi forum bagi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat sipil untuk menyelaraskan gagasan dan merumuskan prioritas pembangunan HAM nasional beserta rancangan teknokratiknya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya