Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Foto: Dokumen PSI)

Politik

Demi Karier Politik Kaesang, Jokowi Diprediksi Tak Ambil Alih PSI

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berpeluang menolak tawaran menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) demi menjaga marwah putranya, Kaesang Pangarep, yang saat ini memimpin partai tersebut.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, meski memiliki peluang besar menggantikan Kaesang, Jokowi kemungkinan tetap mempertahankan posisi ketua umum untuk putranya.

Menurut Jamiluddin, Jokowi merupakan sosok yang sangat diidolakan sebagian kader PSI. Hal ini menyusul pernyataan Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron bahwa banyak kader di daerah menginginkan Jokowi menjadi ketua umum.


"Jadi, Jokowi memang sangat diidolakan oleh sebagian kader PSI. Bahkan Jokowi dianggap role model di internal PSI," kata Jamiluddin dalam keterangannya, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026. 

Ia menilai, PSI memang membutuhkan nahkoda baru untuk mendongkrak elektabilitas partai. Sebab, selama dipimpin Kaesang, elektabilitas PSI dinilai tidak meningkat, bahkan menurun.

Penetapan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian PSI juga disebut belum mampu memperbaiki elektoral partai. Jamiluddin menilai, dari kader yang ada saat ini, Jokowi memiliki daya tarik paling kuat untuk membesarkan PSI dan mengantarkannya ke Senayan.

Namun, mengambil alih kepemimpinan PSI dinilai berisiko menjatuhkan marwah Kaesang. Jokowi disebut tidak ingin putranya memiliki catatan politik bahwa dirinya gagal menjadi ketua umum karena digantikan sang ayah.

"Jokowi ingin kalau nantinya PSI masuk Senayan itu prestasi Kaesang, bukan dirinya," ujar Jamiluddin.

Karena itu, Jokowi diperkirakan tetap mendukung Kaesang melalui safari politik yang direncanakan berlangsung ke seluruh Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat mendongkrak elektabilitas PSI tanpa harus mengambil alih kepemimpinan partai.

Jamiluddin menilai, strategi tersebut menjadi cara Jokowi mendorong Kaesang membangun karier politiknya. Jokowi ingin mengambil posisi tut wuri handayani dalam suksesi politik putranya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya