Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo Nilai Filosofi Ekonomi Indonesia Melenceng dari UUD 1945

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menilai filosofi ekonomi Indonesia selama ini menyimpang dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. 

Dalam pidatonya di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prabowo menyoroti distribusi manfaat ekonomi yang dinilai belum merata, sehingga kekayaan nasional belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Selama ini, maaf, kita harus berani koreksi diri. Selama ini, filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Prabowo, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.


Kepala Negara mengungkapkan, selama ini manfaat ekonomi cenderung terkonsentrasi pada kelompok kecil masyarakat. 

“Sekarang, ekonomi selama ini hanya dinikmati oleh kurang dari satu persen di atas. Inilah upaya, saudara-saudara,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung kebocoran kekayaan nasional yang berlangsung selama puluhan tahun. Menurutnya, pemerintah kini berupaya mengembalikan orientasi ekonomi nasional sesuai amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. 

Meski perubahan tidak bisa dilakukan secara instan, ia meyakini langkah pembenahan yang ditempuh pemerintah sudah berada di jalur yang tepat.

“Tapi yang ingin saya garis bawahi, we are on the right track. Kita sudah di jalan yang benar, kita di arah yang benar,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Prabowo menekankan efisiensi badan usaha milik negara (BUMN). Dari total 1.074 BUMN, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan perampingan hingga tersisa sekitar 364 perusahaan. 

Presiden menargetkan penutupan hingga 700 BUMN yang dinilai tidak efisien, merugi, atau membuat laporan keuangan palsu hingga Desember mendatang.

“Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup, yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini membuat laporan keuangan palsu, kita tutup,” tandas Prabowo.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya