Berita

Kabinet Merah Putih. (Foto: Istimewa)

Politik

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 08:21 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kinerja para menteri Kabinet Merah Putih perlu dievaluasi menyusul berulangnya persoalan mendasar di masyarakat.

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diantisipasi karena memiliki pola yang bisa diprediksi. Ia menyoroti tanggung jawab pejabat berwenang, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dalam mengatasi persoalan di sektor energi.

"Untuk musibah non-alamiah seperti merosotnya nilai tukar Rupiah, anjloknya IHSG di Bursa Efek Indonesia, hingga antrean BBM di SPBU, siklusnya sudah dapat diperkirakan. Mekanisme dan sistem yang ketat sudah ada. Jika masalah terus berulang, ini murni faktor human error," ujar Defiyan dalam keterangannya, Jumat, 23 Oktober 2026. 


Defiyan juga menyoroti kelemahan koordinasi dalam penanganan bencana alamian seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung berapi, hingga banjir bandang. Menurutnya, kementerian terkait, seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, serta Kementerian Dalam Negeri, seharusnya sudah memiliki peta jalan (road map) peringatan dini dan mitigasi risiko yang matang.

Menurutnya, kesalahan dan kelalaian pejabat berwenang tidak seharusnya dilimpahkan kepada bawahan. Persoalan yang terus berulang juga menunjukkan belum optimalnya pembelajaran dari kasus-kasus sebelumnya.

Defiyan menilai kondisi tersebut dapat membuat para pembantu Presiden justru menjadi beban politik maupun ekonomi bagi pemerintahan Prabowo Subianto. Karena itu, ia mendorong Presiden mengambil langkah tegas terhadap menteri dan pejabat yang dinilai tidak mampu mengantisipasi persoalan mendasar.

"Publik tentu bertanya bagaimana cara Presiden mengevaluasi para pembantunya yang justru menjadi sumber masalah. The floor is yours, Mr. President. Namun, publik juga terus mengamati dan menilai hingga 2029 mendatang," pungkasnya.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya