Berita

Ilustrasi warga memakai masker saat beraktivitas. (Foto: Istimewa)

Parlemen

Puskesmas dan RS di Jakarta Diminta Siaga Penyebaran Influenza A

JUMAT, 23 OKTOBER 2026 | 04:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

RMOL.Kesiapsiagaan Puskesmas dan rumah sakit dalam mengantisipasi penyebaran Influenza A di Jakarta harus diperkuat. 

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Zahrina Nurbaiti mengatakan, untuk mencegah risiko penularan serta melindungi kelompok rentan diperlukan deteksi dini, ketersediaan obat-obatan, dan kesiapan tenaga kesehatan.

Zahrina mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta memperkuat pengawasan dan pencatatan (surveilans) kasus Influenza A.


Akan tetapi, upaya tersebut perlu diikuti pemantauan aktif di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Termasuk penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat.

“Warga tidak perlu panik, tetapi harus tetap waspada. Deteksi dini dan informasi yang akurat menjadi kunci penanganan,” kata Zahrina, dikutip dari laman DPRD DKI Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.

Politisi PKS itu mengatakan, Puskesmas harus menjadi garda terdepan mendeteksi potensi peningkatan kasus. Sekaligus, mengedukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Puskesmas harus menjadi benteng terdepan melalui deteksi dini, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, serta edukasi pencegahan penularan,” kata Zahrina.

Zahrina juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menggunakan masker saat beraktivitas bila mengalami gejala sakit.

Pencegahan perlu disertai kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas Kesehatan, jika keluhan memburuk.

Zahrina secara khusus meminta perhatian terhadap kelompok rentan. Seperti balita, anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Kelompok tersebut perlu mendapat perlindungan lebih. Sebab, berisiko mengalami komplikasi ketika terserang infeksi saluran pernapasan.

“Sinergi pemerintah, fasilitas kesehatan, dan kesadaran masyarakat penting untuk menekan risiko penularan,” kata Zahrina. 

Zahrina berharap, penguatan surveilans berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian, perkembangan kasus dapat terpantau. Penanganan bisa berjalan secara cepat dan tepat.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya