Berita

Ilustrasi

Finansial

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 21:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sudah tepat langkah pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, membeli (akuisisi) 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong, orang terkaya di Indonesia.

Menurut pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah, aksi korporasi Haji Isam lewat Jhonlin Barutama dapat dilihat sebagai upaya memperkuat kepemilikan nasional atas sumber daya alam Indonesia yang selama ini, dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal kepada kepentingan dalam negeri.

Trubus menilai, penguasaan aset strategis oleh pengusaha nasional penting untuk memastikan kekayaan alam Indonesia tidak terus-menerus menjadi sumber keuntungan bagi pihak asing.


Ia menilai, pengelolaan sumber daya alam, seharusnya diarahkan untuk mendukung kesejahteraan rakyat, sejalan dengan semangat konstitusi, yakni Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Itu satu langkah yang baik, sehingga karena memang banyak sekali perusahaan-perusahaan Indonesia yang beroperasi di Indonesia tapi posisinya ada di luar bahkan orang luar yang menguasai,” ujar Trubus kepada wartawan, Kamis 22 Oktober 2026.

Trubus menilai, persoalan kepemilikan sumber daya alam tidak bisa dilepaskan dari besarnya peran perusahaan dan kepentingan asing, dalam rantai bisnis komoditas Indonesia.

Ia mencontohkan, industri kelapa sawit  yang tumbuh subur di Indonesia. Namun soal harga minyak sawit atau CPO (Crude Palm Oil) malah ditentukan negara lain. 

Selain itu, banyak pengusaha yang kaya dari perkebunan sawit di Indonesia, mengalirkan duitnya untuk investasi di Singapura. Bukan untuk membangun Indonesia agar rakyatnya lebih sejahtera.

“Padahal yang memproduksi kita. Singapura punya apa? Wong namanya pulau kecil, tanahnya separuh Jakarta. Kan gitu. Tapi dia bisa menguasai harga itu, karena apa? Karena modelnya seperti itu, gitu loh. Jadi menampung seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut, Trubus menegaskan bahwa penguatan kepemilikan nasional atas sumber daya alam berkaitan dengan upaya mencegah eksploitasi yang berlebihan oleh kepentingan luar negeri.

“Iya, karena kan hakikatnya itu masalah ini toh, menyelamatkan sumber daya alam, itu supaya tidak dieksploitasi oleh negara lain secara jor-joran. Itu aja sih intinya,” demikian Trubus.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya