Berita

Ilustrasi penyaluran bantuan sosial secara digital. (Foto: AI)

Politik

2 Tahun Prabowo-Gibran

Digitalisasi Bansos Dinilai Perluas Perlindungan Sosial

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 20:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Digitalisasi bantuan sosial (bansos) dinilai dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sekaligus memperluas perlindungan bagi masyarakat membutuhkan. Pembenahan sistem ini juga diharapkan memperkuat daya beli dan meningkatkan efektivitas belanja negara.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat mengatakan, digitalisasi perlindungan sosial menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan anggaran bansos memberikan dampak lebih besar terhadap konsumsi masyarakat.

“Berbagai langkah digitalisasi pemerintahan seperti digitalisasi perlinsos yang sedang dilakukan sekarang ini akan mampu meningkatkan belanja bansos lebih tepat sasaran sehingga bisa memberikan multiplier effect yang lebih besar ke konsumsi masyarakat,” ujar Firman dalam sebuah diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis, 22 Oktober 2026.


Menurutnya, sistem digital membuka kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima bantuan. Pemerintah juga telah menguji coba digitalisasi bansos di Banyuwangi dan Bali.

Firman menilai, perluasan sistem tersebut dapat meningkatkan transparansi penyaluran sekaligus mengurangi risiko masyarakat yang berhak menerima bantuan justru terlewat.

Di sisi lain, pengamat ekonomi INDEF, Abra Talattov mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan dan energi.

“Pemerintah harus bisa mengantisipasi jangan sampai tekanan terhadap harga pangan maupun energi tadi bisa makin menekan daya beli masyarakat,” kata Abra.

Menurut Abra, pertumbuhan ekonomi perlu terus didorong melalui investasi dan konsumsi masyarakat, disertai kebijakan yang menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menyebut bantuan sosial menjadi salah satu program yang mendapat penilaian positif masyarakat selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kalau dari data parameter kan kemarin ada sekitar 65 persen masyarakat yang menyatakan puas terkait dengan dua tahun pemerintahan Pak Prabowo-Gibran,” ujar Adi.

Selain bansos, Adi menyebut pemberantasan korupsi, ketahanan pangan, dan perluasan akses pendidikan turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya