Berita

Wapres Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

Politik

Gibran Masih Masuk Lima Besar Survei Capres 2029, Ini Faktornya

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 19:47 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih berada dalam jajaran empat besar survei elektabilitas calon presiden (capres) 2029 meski kritik dan tekanan politik terus diarahkan kepadanya.

Dalam survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang dirilis Minggu kemarin, Gibran menempati urutan keempat dengan elektabilitas 6,9 persen melalui simulasi pertanyaan terbuka atau top of mind.

Hasil serupa juga terlihat dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), di mana dalam simulasi semi-terbuka dengan 24 nama calon presiden, Gibran memperoleh elektabilitas sebesar 8,4 persen dan menempati urutan keempat, di bawah Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.


Melihat fenomena ini, pengamat komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai terdapat sejumlah faktor yang dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap Gibran, salah satunya sikap dan responsnya dalam menghadapi berbagai persoalan nasional.

Lanjut Ari, Gibran merespons isu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat baik di pusat maupun daerah, seperti polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Harus diakui pemilihan sikap Gibran terhadap kebijakan pemerintahan seperti polemik MBG dan masalah Karhutla begitu berbeda dengan sikap prabowo dan publik menaruh respek kepada Gibran,” ujar Ari dalam keterangannya Kamis, 22 Oktober 2026.

Ari pun berpandangan bahwa sikap itu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian terhadap figur tersebut, di luar berbagai kontroversi politik yang berkembang.

Meski demikian, Ari mengingatkan bahwa posisi Gibran di survei elektabilitas tidak dapat dilepaskan dari pengaruh politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

“Kalau pun Gibran bisa masuk 5 besar peraih elektabilitas tertinggi tidak terlepas dari efek nama besar ayahnya Jokowi yang memang punya efek politik di masyarakat,” pungkas Ari.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya