Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Foto: istimewa)

Politik

Anggaran Karhutla Kalah Tersedot Program Kepentingan Politik

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 19:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Lemahnya kesiapan pemerintah dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disorot Guru Besar Universitas Airlangga (Unair), Prof. Henri Subiakto.

Menurutnya, bencana tersebut telah menimbulkan kerusakan ekosistem, hilangnya flora dan fauna, hingga jatuhnya korban jiwa.

Henri menilai, salah satu persoalan utama dalam penanganan karhutla adalah keterbatasan anggaran pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kondisi tersebut dinilai membuat upaya pencegahan dan penanggulangan bencana belum berjalan optimal.


“Banyak cerita sedih tentang rusaknya flora dan fauna. Banyak tragedi terkait hilangnya nyawa makhluk negeri kita. Banyak kisah kerusakan dan kehancuran isi hutan di Nusantara. Semua karena lemahnya kesigapan dan kesiapan kita semua,” ujar Henri lewat akun X miliknya, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia juga menyoroti alokasi anggaran negara yang menurutnya telah banyak terserap untuk program-program yang berkaitan dengan kepentingan politik pemimpin.

“Uang negara sudah terlanjur tersedot untuk program-program terkait kepentingan politik dari pemimpin yang enggan mendengar dan enggan menerima masukan,” tegasnya.

Henri menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius agar pemerintah dapat memperkuat kesiapan menghadapi karhutla, termasuk memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mencegah dan menangani bencana.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya