Berita

Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Foto: Dok PKB)

Politik

UAS Puji Cak Imin sebagai Striker Paling Hebat di Partai Politik

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 17:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) menilai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai sosok yang mampu mengendalikan emosi dalam berbagai situasi. 

Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting bagi seorang politikus dalam menjalankan peran dan menghadapi dinamika politik.

Penilaian itu disampaikan UAS saat menerima kunjungan silaturahmi Gus Muhaimin bersama sejumlah petinggi PKB di kediamannya, Ma’had Az Zahra, Kampar, Riau, Kamis, 22 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Muhaimin memimpin apel Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Dar el Hikmah, Pekanbaru.


Dalam pertemuan itu, UAS menekankan bahwa kecerdasan seseorang tidak hanya diukur dari kemampuan berpikir, tetapi juga dari kecakapan mengendalikan emosi.

“Jadi, orang yang cerdas itu adalah orang yang bisa mengendalikan emosi. Kalau sudah emosi, malah hilang kecerdasan. Jadi Cak Imin, kalau saya lihat, dia bisa mengendalikan emosi. Kita bisa tengok dia slow, santai,” ujar UAS.

UAS juga mengibaratkan peran para tokoh di berbagai bidang dengan posisi pemain dalam sebuah tim sepak bola. Menurutnya, setiap orang memiliki tugas dan keahlian masing-masing yang perlu dijalankan secara proporsional, tanpa saling merendahkan atau menyalahkan.

Ia menggambarkan tokoh yang bergerak di lingkungan pesantren sebagai penjaga gawang, sementara politikus yang terjun langsung ke arena politik berperan sebagai striker atau penyerang.

“Kita bagi tugas. Ada yang jaga gawang di pondok, ada yang menjadi striker, penyerang di partai. Cak Imin memang tugasnya striker. Striker yang paling hebat menurut saya itu ya Cak Imin,” ujar UAS.

Analogi tersebut menegaskan pandangan UAS bahwa setiap orang memiliki ruang pengabdian yang berbeda. Tokoh pesantren dan politikus, menurutnya, dapat menjalankan perannya masing-masing tanpa harus saling menyalahkan.

Lebih jauh, UAS mengingatkan bahwa seseorang yang ingin terjun ke dunia politik perlu memiliki kematangan emosional. Menurutnya, sikap mudah marah, terbawa perasaan, atau merajuk dapat menjadi hambatan dalam menjalankan tanggung jawab politik.

“Kalau orang politik itu kalau masih marah, masih baper, masih ngambek, enggak usah,” kata UAS saat menyinggung pentingnya pengendalian diri bagi mereka yang ingin berkiprah di dunia politik.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya