Berita

Ketua Nasdem Surya Paloh dan Ketum Petani Nasdem Arif Rahman (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Lantik Petani Nasdem, Surya Paloh: Gerakan Perubahan dengan Asta Cita

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 17:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, melantik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Petani Nasdem periode 2026-2029 di Nasdem Tower, Jakarta, Rabu, 22 Oktober 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Surya Paloh memberikan mandat kepada Petani Nasdem untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Ia meminta Petani Nasdem menyinergikan Gerakan Perubahan yang diusung Nasdem dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.


"Jangan ada lagi yang membentur-benturkan Gerakan Perubahan dengan Asta Cita. Keduanya adalah satu napas untuk Indonesia Jaya. Petani Nasdem harus menjadi perekat, harus menyatukan Gerakan Perubahan Nasdem menuju Asta Cita Presiden Prabowo di lapangan, di tanah, di laut, dan di hutan kita," tegas Surya Paloh.

Sementara itu, Ketua Umum Petani Nasdem, Arif Rahman, menyatakan komitmennya untuk menjawab persoalan kemiskinan petani dan nelayan yang dinilai masih menjadi ironi di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia.

"Kita mati di atas kesuburan kita sendiri. Petaninya miskin, nelayannya melarat, anak muda tidak mau menjadi petani. Jika ini dibiarkan, cita-cita swasembada pangan hanya akan menjadi mimpi," ujarnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, DPP Petani Nasdem menyiapkan tiga program prioritas yang berfokus pada penguatan pertanian terintegrasi, pemberdayaan nelayan dan budidaya perikanan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Program pertama berupa pembangunan demonstration plot (demplot) pertanian terintegrasi seluas minimal dua hektare di 38 provinsi. 

Demplot tersebut dirancang sebagai sarana pengembangan potensi pertanian daerah, pencarian akses pasar sebelum masa tanam, serta penguatan ekosistem bisnis pertanian dari hulu hingga hilir.

Hasil produksi dari program tersebut juga akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor.

Program kedua adalah mengawal pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Petani Nasdem juga akan mendorong budidaya ikan nila dan lele menggunakan sistem bioflok di setiap demplot.

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha perikanan dengan kebutuhan modal relatif terjangkau, masa panen yang cepat, serta peluang pasar untuk memasok kebutuhan MBG.

Adapun program ketiga berfokus pada perjuangan perhutanan sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). 

Melalui program ini, Petani Nasdem ingin mendorong akses legal bagi masyarakat untuk mengelola lahan di kawasan hutan tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Sejumlah komoditas yang akan dikembangkan antara lain kopi, porang, aren, madu hutan, serta peternakan terpadu.

"Jika petani dan nelayan sudah berdaya dan berdaulat, maka Indonesia Jaya bukan lagi mimpi. Kita tolak jadi tikus mati di lumbung padi!" pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya