Berita

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Pemerintahan

Bos OJK Lapor Prabowo Kredit Bank Tumbuh 13,69 Persen, Tertinggi dalam 10 Tahun

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan Indonesia mencapai 13,69 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Tahun 2026 di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

"Dapat kami laporkan kepada Bapak bahwa kredit di sektor perbankan tumbuh 13,69 persen dan ini tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Tentunya ini merupakan modalitas yang sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata perempuan yang akrab disapa Kiki. 


Selain kredit, dana pihak ketiga (DPK) perbankan juga dilaporkan tumbuh dua digit hingga mencapai sekitar Rp10.400 triliun.

“Dana pihak ketiga juga tumbuh double digit sehingga sekarang dana pihak ketiga sekitar Rp10.400 triliun, dan dengan modal yang sangat kuat dan NPL yang sangat terjaga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiki melaporkan bahwa OJK saat ini mengawasi sekitar 3.900 lembaga jasa keuangan dengan total aset mencapai Rp19.000 triliun. 

“Saat ini ada sekitar 3.900 lembaga yang kami awasi dengan total aset Rp19.000 triliun dan juga kapitalisasi pasar modal sekitar Rp9.000 triliun,” tuturnya.

Di sisi lain, Kiki mengakui perekonomian global saat ini menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, inflasi tinggi, serta suku bunga yang bertahan tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.

“Sebagaimana kami kemarin melaporkan kepada Bapak bahwa saat ini perekonomian global sedang dalam tekanan berat,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai situasi ekonomi menjadi tantangan bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Dengan adanya faktor geopolitik, inflasi yang tinggi, suku bunga yang higher for longer, ini tentu saja membuat suasana menjadi sangat challenging bagi seluruh negara, termasuk Indonesia,” jelas Kiki.

Meski demikian, Kiki menyebut perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,4 persen pada semester I 2026, sementara sektor jasa keuangan tetap berada dalam kondisi resilien.

“Namun demikian, dengan kepemimpinan Bapak, ekonomi Indonesia tumbuh 5,4 persen di semester I 2026 dan sektor jasa keuangan dapat kami laporkan, Bapak, dalam keadaan resilien,” tandasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya