Penyerahan penghargaan kepada 3 pemenang Elnusa Journalistic Award 2026 kategori Karya Visual, oleh Corporate Secretary PT. Pertamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y. Nasroen (samping kiri Jurnalis RMOL peraih Juara 2 Achmad Satryo Yudhantoko berbatik biru), di Gedung Graha Elnusa, Jl. Cilandak Selatan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/26). (Foto: RMOL)
Kabar membanggakan datang dari Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL. Salah satu jurnalisnya berhasil meraih penghargaan dalam ajang bergengsi tahunan PT Elnusa Tbk, yaitu Elnusa Journalistic Award (EJA) 2026.
Penyerahan penghargaan tersebut disaksikan oleh jajaran pimpinan Elnusa serta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di Gedung Graha Elnusa, Jalan Cilandak Selatan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 22 Oktober 2026.
Gelaran EJA tahun ini menghadirkan kategori baru, yakni karya jurnalistik visual. Pada kategori tersebut, jurnalis RMOL, Achmad Satryo Yudhantoko, sukses keluar sebagai juara kedua.
Video tersebut merupakan hasil liputan Satryo di Warehouse Elnusa, BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 13 Agustus 2026. Sosok yang sempat malang melintang dalam peliputan ekonomi makro ini bersaing dengan sejumlah peserta lainnya dalam kategori tersebut.
Juara pertama kategori karya jurnalistik visual diraih Agung Hepi dari CNN TV, sedangkan posisi ketiga ditempati IDX Channel.
Selain kategori visual, Elnusa juga mengumumkan pemenang untuk kategori karya tulis, yang terdiri atas tiga pemenang utama dan lima juara harapan.
Senior Manager of Corporate Communication & Relation PT Elnusa Tbk, Jayant Oktavia Maulina, menjelaskan bahwa EJA 2026 yang mengusung tema "57 Years Energizing Growth Through Technology and Innovation" ini berlangsung sejak 7 Juli hingga 17 September 2026.
Selama periode tersebut, tercatat ada 2.163 pemberitaan organik beresonansi positif terkait Elnusa. Liputan tersebut mencakup isu pertumbuhan bisnis, ekspansi, inovasi teknologi, hingga keberlanjutan (sustainability).
“Pemberitaan terbanyak sesuai dengan bidang Elnusa, yaitu operation excellence and reliability sebanyak 1.271 berita,” ungkap wanita yang akrab disapa Anti ini.
Sementara itu, salah satu dewan juri yang juga pengamat energi dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menjelaskan bahwa ia bersama dua juri lainnya menandatangani pakta integritas guna memastikan proses penilaian berjalan secara profesional dan independen.
“Sebelum melakukan penjurian dan penilaian akhir, kami bertiga menandatangani pakta integritas untuk menegaskan bahwa kami sebagai juri independen, tidak ada kaitan dengan latar belakang para pemenang,” tegasnya.
Komaidi memaparkan, dasar penilaian yang menjadi tolak ukur dewan juri meliputi originalitas karya, ketajaman analitis, kualitas bahasa, serta kekuatan data dan pesan.
“Khusus untuk karya visual karena tahun ini merupakan kategori baru, aspek penilaiannya mencakup kreativitas, kesesuaian tema, estetika, dan kejelasan informasi,” pungkas Komaidi.