Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini)

Bursa

Saham PJAA Menguat Saat Laba Bersih Semester III Anjlok Lebih dari Separuh

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menguat pada perdagangan Kamis siang, 22 Oktober 2026, meski kinerja keuangan perseroan hingga akhir September menunjukkan tekanan pada laba bersih.

Pantauan RMOL, saham PJAA ditutup di level Rp428 per saham, naik Rp12 atau 2,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang perdagangan, saham pengelola kawasan wisata Ancol tersebut bergerak pada rentang Rp416 hingga Rp428 per saham.

Penguatan harga saham itu terjadi di tengah penurunan laba bersih perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, PJAA membukukan laba bersih Rp25,35 miliar, merosot 56,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp58,62 miliar.


Penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan dan meningkatnya sejumlah beban operasional. Pendapatan usaha PJAA tercatat Rp781,77 miliar, turun 2,09 persen dibandingkan Rp798,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laporan keuangan menunjukkan, di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp26,69 miliar dari Rp22,33 miliar. Sementara itu, beban langsung naik menjadi Rp436,37 miliar dari sebelumnya Rp417,69 miliar.

Kenaikan kedua komponen tersebut membuat total beban pokok pendapatan dan beban langsung membengkak menjadi Rp463,07 miliar, dibandingkan Rp440,03 miliar pada tahun sebelumnya.

Dampaknya, laba kotor PJAA menyusut menjadi Rp318,7 miliar dari Rp358,49 miliar.

Tekanan juga terlihat pada tingkat operasional. Total beban usaha meningkat menjadi Rp201,9 miliar dari Rp194,2 miliar, meskipun beban umum dan administrasi turun menjadi Rp186,34 miliar dari Rp187,51 miliar. Beban penjualan juga sedikit berkurang menjadi Rp23,74 miliar dari Rp23,95 miliar.

Kondisi tersebut membuat laba usaha PJAA anjlok menjadi Rp116,8 miliar, dibandingkan Rp164,28 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp49,28 miliar dari Rp56,47 miliar. Penghasilan bunga meningkat menjadi Rp9,48 miliar dari Rp8,57 miliar, sedangkan penghasilan lainnya turun menjadi Rp25,81 miliar dari Rp28,38 miliar.

Meski terdapat perbaikan pada sejumlah pos biaya dan pendapatan nonoperasional, hal itu belum mampu menahan penurunan laba bersih perseroan. Laba per saham dasar PJAA pun turun menjadi Rp16 dari sebelumnya Rp37.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp3,48 triliun dengan total liabilitas Rp1,64 triliun per 30 September 2026.

Adapun struktur kepemilikan saham PJAA masih didominasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar 72 persen. PT Pembangunan Jaya menggenggam 18,01 persen saham, sementara kepemilikan publik sekitar 9,99 persen.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya