Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini)

Bursa

IHSG Menghijau di Sesi I, 550 Saham Berhasil Menguat

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 12:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,70 persen atau bertambah 90,638 poin ke level 5.418,998 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis 22 Oktober 2026.

IHSG bergerak di rentang 5.185 hingga 5.422 sepanjang sesi pagi. Indeks dibuka pada level 5.328 sebelum melanjutkan penguatan hingga menjelang jeda perdagangan.

Mayoritas saham berada di zona hijau. Sebanyak 550 saham menguat, sedangkan 131 saham melemah dan sisanya stagnan. Dari sisi transaksi, saham BBCA, BBRI, dan BMRI mencatatkan nilai transaksi terbesar.


Penguatan juga terjadi di seluruh sektor saham. Sektor energi (IDXENERGY) memimpin dengan kenaikan 3,24 persen, diikuti sektor transportasi (IDXTRANS) yang menguat 2,60 persen dan sektor infrastruktur (IDXINFRA) sebesar 2,20 persen.

Sektor barang baku (IDXBASIC) naik 2,27 persen, barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) 1,77 persen, barang konsumen primer (IDXNONCYC) 1,91 persen, industri (IDXINDUST) 1,62 persen, kesehatan (IDXHEALTH) 1,61 persen, keuangan (IDXFINANCE) 0,87 persen, properti (IDXPROPERT) 1,34 persen, dan teknologi (IDXTECHNO) 1,06 persen.

Sejumlah indeks saham unggulan turut menguat. Indeks LQ45 naik 1,64 persen ke level 544,566, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 2,17 persen ke 317,684.

Indeks IDX30 bertambah 1,43 persen menjadi 305,037. Sementara itu, indeks MNC36 naik 1,45 persen ke level 239,407.

Di tengah penguatan pasar, investor mencermati sejumlah sentimen domestik, termasuk keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan serta kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna juga menjadi perhatian pelaku pasar, terutama terkait respons pemerintah terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.

Dari eksternal, kenaikan inflasi Inggris dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis turut menjadi faktor yang diperhatikan investor dalam menilai prospek pasar.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya