Berita

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Ketum PBNU Ajak Santri Hidupkan Semangat Resolusi Jihad di Era Modern

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan pendiri NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari tetap relevan dengan tantangan bangsa Indonesia saat ini.

Hal ini diungkapkan  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dalam amanat pada Apel Hari Santri 2026 di Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis, 22 Oktober 2026.

“Kita telah merdeka lebih dari delapan dekade, tetapi tantangan bangsa dan negara kita masih sangat besar. Dalam hal ini, semangat Resolusi Jihad itu masih relevan dan perlu terus kita hidupkan,” ujarnya.


Gus Kikin menyebut bentuk perjuangan bangsa Indonesia saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi melalui pemikiran dan gerakan nyata untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.   

“Bukan melalui bambu runcing dan mengangkat senjata, melainkan melalui pemikiran dan gerakan untuk ikut serta di dalam mengatasi kemiskinan, kebodohan, kerusakan hutan dan lingkungan, praktik korupsi, dan tantangan yang lainnya,” ujarnya.   

Gus Kikin lalu mengisahkan secara singkat latar belakang Resolusi Jihad. Saat itu, Indonesia tengah menghadapi situasi sulit pada masa awal kemerdekaan karena Belanda masih berupaya merebut kembali kekuasaan di Indonesia.

“Melalui cara mendompleng tentara Sekutu, NICA masuk kembali ke wilayah Indonesia. Mereka ingin kembali menguasai negara kita,” katanya.   

Menghadapi situasi tersebut, jelas Gus Kikin, Presiden Soekarno mengirimkan utusan kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari untuk meminta pandangan mengenai hukum memerangi penjajah dan membela tanah air.   

“Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari memberi jawaban jelas dan tegas, ‘Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia adalah fardu ain, artinya adalah suatu kewajiban bagi semua umat Islam untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan. Siapa pun yang mati dalam perjuangan itu tergolong syahid,’” tuturnya.

Gus Kikin menjelaskan bahwa Resolusi Jihad menjadi salah satu sumber kekuatan spiritual dan dukungan penting bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno saat itu.

“Para ulama itu membuat keputusan yang disebut Resolusi Jihad, yang hari ini kita peringati, yaitu permohonan kepada pemerintah Republik Indonesia agar menentukan sikap dan tindakan yang nyata atas situasi yang sudah membahayakan agama dan negara Indonesia,” pungkasnya.   

Apel Hari Santri 2026 yang diselenggarakan PBNU di Pesantren Tebuireng dihadiri sejumlah tokoh PBNU, pejabat pemerintah, perwakilan pondok pesantren, serta para santri Tebuireng, Jombang.     



Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya