Berita

Ilustrasi mobil hybrid (Foto: Istimewa)

Otomotif

Mobil Hybrid Juga Bantu Hemat BBM, Layak Dapat Insentif

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 11:15 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah turut memberikan insentif kepada kendaraan elektrifikasi jenis hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV).

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, kendaraan tersebut layak mendapat perhatian karena telah berkontribusi terhadap penghematan bahan bakar minyak (BBM).

"Pokoknya kita minta agar HEV, PHEV dan REEV juga diperhatikan, karena juga sudah banyak membantu penghematan BBM, dan lain-lain," kata Jongkie, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026. 


Permintaan itu disampaikan setelah Gaikindo menggelar audiensi dengan Menteri Perindustrian M Sarmuji untuk membahas insentif kendaraan elektrifikasi. Selama ini, insentif pemerintah lebih banyak menyasar mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Jongkie mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk mobil listrik. Industri menargetkan TKDN mencapai 60 persen pada 2027.

"Juga dibahas, dan kami akan tingkatkan TKDN ke 60 persen di tahun 2027," ujar Jongkie.

Sebelumnya, Sarmuji menilai pemberian insentif kendaraan elektrifikasi masih timpang karena lebih banyak diberikan kepada BEV dibandingkan mobil hybrid, PHEV, dan REEV.

Menurutnya, kendaraan hybrid dan REEV tetap menggunakan baterai sekaligus mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE). Kondisi itu membuat industri tidak perlu mengubah seluruh komponen produksi yang sudah ada, sehingga proses adaptasinya relatif lebih mudah.

Kemenperin mengusulkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk kendaraan tersebut. Insentif fiskal dapat berupa keringanan pajak, sedangkan insentif nonfiskal bisa mencakup fasilitas bebas ganjil genap, parkir khusus, hingga fasilitas pengisian daya.

"Untuk mekanismenya, nanti ada usulan insentif fiskal dan non-fiskal. Kita akan usulkan keduanya," kata Sarmuji.

Usulan tersebut akan dikomunikasikan dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Keuangan. Sarmuji menargetkan kebijakan insentif itu dapat terealisasi tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.

"Akan kita dorong secepatnya. Mumpung ada momentum harga BBM lagi naik, ini ada momentum, untuk memperkuat industri berbasis baterai, tetapi dengan berbagai jenis variannya tadi," ujar Sarmuji di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya