Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Energi

Amerika Mau Tarik Diplomat dari Arab Saudi, Harga Minyak Langsung Naik ke 110 Dolar AS

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 10:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali naik seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) memerintahkan sejumlah diplomatnya meninggalkan Arab Saudi menyusul serangan kelompok Houthi di negara tersebut.

Pada perdagangan awal Kamis, 22 Oktober 2026, harga minyak mentah Brent naik 1,29 Dolar AS atau 1,2 persen menjadi 110,11 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 97 sen atau 1 persen menjadi 98,12 Dolar AS per barel. 

Kekhawatiran terhadap pasokan minyak muncul setelah serangan kelompok Houthi Yaman, yang bersekutu dengan Iran, menyasar sejumlah lokasi di Arab Saudi. Serangan di bandara sipil Dammam menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai delapan lainnya, sementara serangan pesawat nirawak di sebuah ladang minyak Saudi menewaskan dua orang.


Situasi keamanan kawasan juga memburuk akibat meningkatnya ancaman terhadap kapal-kapal di jalur perdagangan energi. Data Kpler mencatat sedikitnya 18 serangan terhadap kapal dalam dua pekan terakhir. Analis LSEG memperingatkan bahwa kapal tanker kini menghadapi ancaman hingga ke Teluk Oman, di luar Selat Hormuz, sehingga berpotensi mengganggu pengangkutan dan pemuatan minyak mentah dari kawasan Teluk.

Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menegaskan bahwa negaranya siap membela diri. Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan bahwa AS tidak bisa mengharapkan dialog selama masih melakukan blokade dan ancaman terhadap Iran. Perkembangan ini menambah ketidakpastian mengenai keamanan pasokan minyak dari Timur Tengah.

Dari sisi persediaan, data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 3,06 juta barel menjadi 412,5 juta barel pada pekan lalu. Penurunan ini jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters, yang memperkirakan stok hanya berkurang 820.000 barel. Berkurangnya persediaan minyak mentah turut menjadi faktor yang diperhatikan pasar.

Sementara itu, pemerintah AS berupaya menekan kenaikan harga bahan bakar dengan menawarkan pinjaman hingga hampir sepertiga dari cadangan darurat minyak pemanas nasional yang mencapai 1 juta barel. 

Langkah tersebut diambil di tengah tingginya harga diesel akibat konflik di Iran dan Ukraina. Namun, selama serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal pengangkut minyak terus berlangsung, risiko gangguan pasokan masih membayangi pergerakan harga minyak dunia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya