Berita

Ilustrasi (Istimewa)

Finansial

Minyak Dunia Melonjak, Rupiah Tembus Rp18.046 per Dolar AS

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 09:56 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.

Mengutip Bloomberg, Rupiah bergerak ke level Rp18.046 per Dolar AS, melemah 24 poin atau 0,13 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Anjloknya kurs Rupiah ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah. 


Serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah target di Arab Saudi mendorong Amerika Serikat (AS) memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan misi diplomatik di negara tersebut.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka naik 1,2 persen menjadi 110,11 Dolar AS per barel pada pukul 00.34 GMT. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1 persen menjadi 98,12 Dolar AS per barel.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti juga telah menjelaskan tekanan terhadap Rupiah dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter Amerika Serikat, hingga sentimen investor asing di pasar saham.

Sentimen tersebut turut dipengaruhi oleh ancaman Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk menurunkan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan moneter AS yang mengetat, serta sentimen investor asing di pasar saham,” kata Destry dalam konferensi pers, Rabu 21 Oktober 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya