Berita

Sandiaga Uno. (Foto:RMOL)

Bursa

Sandiaga Uno Sebut Koreksi IHSG Jadi Momentum Berbenah

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 09:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai koreksi pasar modal Indonesia menyusul keputusan MSCI menurunkan status bursa Indonesia dari emerging market menjadi standalone market dapat menjadi momentum untuk berbenah.

Menurut Sandiaga, kondisi tersebut perlu dijawab dengan memperkuat transparansi, menghentikan manipulasi harga saham, serta mendorong investasi jangka panjang.

“Pasar modal kita sedang terjun bebas, tapi bagi saya, ini bisa menjadi momentum untuk berbenah dan membuka peluang baru,” kata Sandiaga, lewat akun X miliknya, Kamis, 22 Oktober 2026.


Ia mengungkapkan telah mengajak 11 pengusaha global datang ke Indonesia untuk melihat langsung kondisi pasar modal nasional dan memahami persoalan yang melatarbelakangi keputusan MSCI tersebut.

Sandiaga mengatakan, para investor global itu sebelumnya mengikuti konferensi melalui sambungan telepon bersama MSCI yang diikuti sekitar 400 investor. Pertemuan tersebut membahas alasan Indonesia tetap mendapat penurunan status meskipun telah melakukan reformasi.

Menurut Sandiaga, jawaban yang diberikan dalam konferensi tersebut belum konkret. Kondisi itu mendorong para investor untuk datang langsung ke Indonesia guna melihat situasi yang sebenarnya.

Di tengah koreksi pasar, Sandiaga juga melihat peluang bagi investor untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

“Saya sebagai investor ini kesempatan serok,” tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Meski demikian, ia menekankan bahwa peluang tersebut harus disertai pembenahan mendasar di pasar modal, terutama dalam hal keterbukaan informasi dan praktik perdagangan saham.

Sandiaga juga mengingatkan agar kondisi pasar saat ini tidak menjadi alasan bagi berbagai pihak untuk saling menyalahkan. Sebaliknya, pemerintah dan pelaku pasar perlu memusatkan perhatian pada langkah perbaikan serta penciptaan peluang ekonomi baru.

“Nggak perlu saling menyalahkan, sekarang saatnya fokus bekerja dan mendorong investasi di sektor hijau, digital, dan kesehatan yang bisa membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya