Berita

Gedung BEI (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bursa

Tertekan di Awal Perdagangan, IHSG Melemah Lebih dari 2 Persen

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 09:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 22 Oktober 2026.

Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi membuat indeks turun ke level 5.217,14, terkoreksi 111,22 poin atau 2,09 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Saat pembukaan, IHSG tercatat berada di level 5.247,98 atau turun 1,51 persen. Pelemahan semakin dalam seiring berlanjutnya aksi jual yang menekan pergerakan indeks.


IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.250,94 dan menyentuh titik terendah di 5.213,34. Aktivitas transaksi mencatat volume sebesar 8,75 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp408,56 miliar.

Pergerakan pasar saham domestik berlangsung di tengah beragam sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar. Dari dalam negeri, investor mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan, serta kebijakan baru yang ditujukan untuk memperkuat penyaluran kredit oleh perbankan.

Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut menjadi perhatian. Prabowo memandang langkah tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap pasar keuangan nasional.

"Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita," ujar Prabowo dalam Sidang Paripurna Kabinet, Rabu.

MSCI tengah mempertimbangkan kemungkinan mengubah status pasar saham Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market. Konsultasi dengan para pelaku pasar dijadwalkan berlangsung hingga April 2027, sementara keputusan final ditargetkan keluar paling lambat pada 30 Juni 2027.

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mundur menghadapi tekanan. Di sisi lain, investor masih menanti kemajuan reformasi pasar modal, terutama dalam hal transparansi kepemilikan saham dan penegakan ketentuan perdagangan. Kedua aspek tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi yang dilakukan MSCI.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya