Berita

Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia bertema “Strategi Transfer Teknologi dan Percepatan Pembangunan Kapal Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026” di Hotel Borobudur, Jakarta. (Foto: istimewa)

Industri

IKA ITS Dorong Kolaborasi Nasional Perkuat Industri Perkapalan

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 08:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PP IKA ITS) mendukung program modernisasi 4.582 kapal perikanan nasional yang ditargetkan pemerintah melalui Grand Strategy Modernisasi Kapal Perikanan 2026-2029.

Dukungan tersebut disampaikan dalam Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia bertema “Strategi Transfer Teknologi dan Percepatan Pembangunan Kapal Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026” di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Program pembangunan kapal tersebut mencakup kerja sama Indonesia-Inggris melalui Babcock untuk pengadaan 1.582 unit kapal serta pembangunan 3.000 unit kapal melalui PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).


Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi PP IKA ITS, Boy Rubyanto, menegaskan keberhasilan program pembangunan kapal perikanan tidak cukup hanya mengandalkan investasi dan teknologi.

"Tetapi oleh sinergi nyata antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan pelaku usaha untuk membangun kapasitas nasional yang berkelanjutan," katanya.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Didit Herdiawan, mengatakan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Penguatan industri perkapalan juga perlu diiringi pembinaan industri pertahanan, peningkatan kandungan lokal, serta transfer teknologi agar Indonesia mampu memperkuat kemandirian maritim dan daya saing industri galangan kapal.

Direktur Teknologi Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan, Marsda TNI Dedy Laksmono, turut menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri perkapalan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

"Kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian maritim nasional serta memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia," sambungnya.

Forum tersebut juga menjadi ruang pembahasan pengembangan AQUILA (Agrinas Intelligence & Logistic Architecture), konsep transformasi digital terintegrasi untuk sektor perikanan yang digagas Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Energi, dan Infrastruktur PP IKA ITS, Heru Hermawan.

AQUILA dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), analitik data, teknologi blockchain untuk ketertelusuran asal produk, sistem logistik maritim, serta pengelolaan armada berskala besar.

Pengembangan konsep tersebut ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi rantai pasok perikanan, sekaligus menjawab tuntutan keberlanjutan dan ketertelusuran produk dalam mengakses pasar internasional.

Gagasan itu mendapat sambutan dari Centre of Excellence PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), Ahmad Baihaqi. Konsep AQUILA diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung transformasi digital industri perikanan nasional.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan forum yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas profesional tersebut.

Forum nasional ini juga menghadirkan paparan internasional dari Chief Commercial Officer Babcock International, Ilgi Kim, serta perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), Ipperindo, dan ITS.

Melalui forum tersebut, PP IKA ITS menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam mempercepat modernisasi kapal perikanan, memperkuat transfer teknologi, dan membangun industri maritim nasional yang mandiri serta berdaya saing global.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya