Berita

Pembinaan Personel guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi di Lingkungan Polda Banten Tahun 2026 di Aula Gawe Kuta Baluarti pada Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Dok. Polda Banten)

Keamanan

Waspada Ancaman Radikalisme dan Intoleransi Berkembang di Internal Polri

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 05:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Bahkan bila dibiarkan dapat menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Wakapolda Banten Brigjen Zain Dwi Nugroho, dalam Pembinaan Personel guna Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi di Polda Banten Tahun 2026 di Aula Gawe Kuta Baluarti pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran paham tersebut semakin mudah, masif, dan tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di lingkungan internal Polri,” kata Zain.


Menurut Zain, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku terorisme, namun harus disertai pembinaan terhadap personel agar memiliki ketahanan mental, moral, dan ideologi kebangsaan yang kuat.

“Jangan sampai kita hanya fokus pada penanganan ancaman dari luar, sementara potensi kerawanan di lingkungan internal tidak mendapatkan perhatian," kata Zain.

Forum tersebut turut menghadirkan narasumber Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, Ahmad H. M. Qomari; Sekretaris Umum MUI Provinsi Banten, Endang Saeful Anwar; Ketua Forum Kordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin; Kasatgaswil Banten Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardana; dan Ketua Yayasan Rumah Moderasi Muhammad Sofan Sauri.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya