Berita

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono. (Foto: Dok. BNPT)

Nusantara

Cegah Paparan Kekerasan, BNPT Bekali Pelajar Prinsip 3T

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 04:48 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebanyak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek didorong menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah. Para pelajar diharapkan mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta menangkal ujaran kebencian di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono dalam Kemah Kebangsaan Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut diikuti 1.600 pelajar SMA dari 58 sekolah se-Jabodetabek.

"Setelah mengikuti Kemah Kebangsaan ini saya harap teman-teman bisa menjadi agen-agen perubahan di sekolah masing-masing serta menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Eddy dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu 21 Oktober 2026.


Menurut Eddy, pelajar perlu lebih kritis menghadapi arus informasi digital agar tidak mudah terpengaruh provokasi, konten kekerasan, maupun ujaran kebencian. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua dalam membentuk lingkungan yang aman dan toleran.

“Jangan sampai terpapar informasi kekerasan dan ujaran kebencian. Terapkan prinsip 3T, yakni Tahan, Telusuri, dan Timbang, sebelum mempercayai atau membagikan informasi,” kata Eddy. 

Eddy mengungkapkan, data BNPT mencatat 782 anak di 18 provinsi terpapar konten kekerasan melalui berbagai grup digital, termasuk true crime community (TCC). Temuan ini menjadi peringatan bahwa pengawasan dan pendampingan anak di ruang digital perlu diperkuat.

Ia menilai perlindungan generasi muda membutuhkan kolaborasi orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan, anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, empati, serta tanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Ketua Umum Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (Pionir), Muhammad Hanif, menilai Kemah Kebangsaan menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus membangun karakter pelajar yang kritis dan demokratis. Ia berharap peserta mampu menjadi pelopor perubahan positif di lingkungannya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya