Berita

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto dalam konferensi pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Keamanan

Polda Metro Bongkar Rumah Produksi Obat Keras di Sukoharjo

7,8 Juta Tramadol Disita
KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 03:07 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya membongkar modus distribusi jaringan pengedar obat keras ilegal jenis tramadol dan trihexyphenidyl yang diproduksi di dua pabrik di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menyita 7.862.500 butir obat siap edar dan menangkap 16 tersangka.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto mengatakan, pengungkapan bermula dari informasi Bea dan Cukai mengenai temuan 20 koli berisi 650 ribu butir tramadol di Kompleks Pergudangan Kereta Api Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, pada 7 Oktober 2026.


Penyelidikan lalu mengarah ke dua lokasi di Kecamatan Kartasura dan Gatak yang ditindak pada 15 Oktober 2026. 

Benar saja, dari rangkaian pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 11 orang di Kartasura dan lima orang di Gatak dan menemukan lebih dari 7 juta butir obat keras, bahan baku, dan sejumlah mesin produksi.

“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya melindungi masyarakat agar tidak terpapar bahaya penyalahgunaan obat keras yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan,” kata Dadang dalam konferensi pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu, 21 Oktober 2026.

Sementara itu, Diresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahawa penyelidikan dilakukan dengan menelusuri dokumen pengiriman dan rekaman CCTV sampai petugas menemukan lokasi produksi di Sukoharjo.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya