Berita

Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Ungguli Jabar, Jakarta Kembali Pimpin Investasi Nasional

Realisasi Tembus Rp249,3 Triliun
KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 02:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Provinsi DKI Jakarta kembali mencatatkan realisasi investasi tertinggi secara nasional. 

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jakarta mencapai Rp249,3 triliun pada periode Januari-September 2026. 

Capaian tersebut berkontribusi sebesar 16,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional. 


Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jakarta. 

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi teratas membutuhkan sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta pelayanan publik yang mendukung kemudahan berusaha. 

“Capaian ini membuktikan bahwa Jakarta memiliki daya saing, infrastruktur, dan iklim usaha yang mendukung tumbuhnya investasi," kata Heru dalam keterangan  tertulisnya, Rabu 21 Oktober 2026.

Heru mengungkapkan, keberhasilan ini memperkuat posisi Jakarta sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. 

Sebelumnya, Jakarta juga menempati peringkat pertama nasional pada Triwulan I dan Semester I 2026. 
 
“Investasi bukan hanya tentang besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga bagaimana investasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Heru.

Pada periode Januari-September 2026, realisasi investasi Jakarta mencapai Rp249,3 triliun, melampaui Jawa Barat yang mencatatkan Rp229,1 triliun (14,9 persen). 

Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tengah dengan Rp116 triliun (7,5 persen), Jawa Timur sebesar Rp110,5 triliun (7,2 persen), dan Maluku Utara sebesar Rp96 triliun (6,2 persen).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya