Berita

Pengurus IKA BEMNUS. (Foto: Istimewa)

Politik

IKA BEMNUS Dorong Penguatan Ekonomi Sikapi Dua Tahun Prabowo-Gibran

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 22:43 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ikatan Alumni BEM Nusantara (IKA BEMNUS) menyampaikan sepuluh rekomendasi strategis dalam momentum dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026.

Ketua Umum IKA BEMNUS, Tomy Siswanto, menegaskan bahwa organisasi tersebut mendukung program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, kemandirian bangsa, dan pemerataan pembangunan.

Namun, menurutnya, dukungan tersebut harus diiringi penguatan pelaksanaan program, transparansi anggaran, dan evaluasi berkala agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat.


“Dukungan terhadap pemerintah harus diwujudkan melalui kontribusi pemikiran, partisipasi aktif, serta pengawalan kebijakan secara objektif dan konstruktif. Orientasi utamanya adalah kepentingan rakyat dan kemajuan bangsa,” ucap Tomy dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, sepuluh rekomendasi itu mencakup penguatan ekonomi nasional dan daya beli masyarakat, optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan dan energi, percepatan hilirisasi dan industrialisasi, serta penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

IKA Bemnus menilai pertumbuhan ekonomi nasional perlu diikuti perluasan lapangan kerja produktif, penguatan UMKM, stabilitas harga kebutuhan pokok, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program MBG, IKA BEMNUS mendorong pengawasan keamanan pangan, transparansi anggaran, serta pelibatan petani, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Di bidang ketahanan pangan dan energi, IKA BEMNUS mendorong modernisasi pertanian, perlindungan petani dan nelayan, diversifikasi energi, serta pengembangan energi terbarukan.

Sementara itu, percepatan hilirisasi sumber daya alam diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri nasional, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.

Tomy juga menyoroti pentingnya perluasan kesempatan kerja bagi generasi muda, terutama lulusan perguruan tinggi. IKA BEMNUS mendorong penguatan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan, akses magang, dan pengembangan kewirausahaan.

Pada saat yang sama, pemerintah diharapkan memperkuat program pengentasan kemiskinan melalui perlindungan sosial yang tepat sasaran, pengembangan ekonomi desa, dan percepatan pembangunan wilayah tertinggal.

Peningkatan akses pendidikan, kesehatan, air bersih, serta perumahan layak juga menjadi bagian dari rekomendasi tersebut.

“Pembangunan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah tertinggal. Pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup rakyat,” demikian penekanan dalam rekomendasi IKA BEMNUS.

Selain persoalan ekonomi dan sosial, IKA BEMNUS mendorong reformasi birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan bebas korupsi. Setiap program pemerintah harus memiliki target terukur, mekanisme pengawasan yang jelas, serta berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

IKA BEMNUS turut menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan melalui perlindungan lingkungan hidup, efisiensi energi, percepatan energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi hijau.

Di bidang demokrasi, organisasi ini mendorong dialog konstruktif antara pemerintah, mahasiswa, alumni, akademisi, dan masyarakat sipil agar kebijakan nasional berjalan secara partisipatif dan akuntabel.

Tomy Siswanto menegaskan bahwa IKA BEMNUS akan terus berkontribusi melalui gagasan, partisipasi, dan pengawalan kebijakan yang berpijak pada kepentingan masyarakat.

Sepuluh rekomendasi tersebut menjadi kontribusi pemikiran IKA BEMNUS dalam mengevaluasi sekaligus mengawal perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki tahun ketiga.

IKA BEMNUS berharap pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program prioritas, meningkatkan transparansi, dan memastikan setiap kebijakan menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya