Berita

Kepala BNPB Kristomei Sianturi (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Bantuan Asing untuk Karhutla Disaring, BNPB Prioritaskan Alat dan Teknologi

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 22:18 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyeleksi tawaran bantuan dari negara lain untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan, sejumlah negara telah menawarkan bantuan kepada Indonesia, di antaranya Jepang dan Singapura. 

Singapura bahkan telah menyampaikan penawaran secara resmi melalui surat. Namun, pemerintah masih menginventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri benar-benar tepat guna dan tepat sasaran.


“Kita butuh waktu untuk menginventarisasi bantuan apa saja gitu ya. Sehingga nanti kalau emang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran, gitu ya,” kata Kristomei usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Kristomei menegaskan, bantuan asing tidak serta-merta digunakan apabila Indonesia telah memiliki sumber daya serupa.

Kristomei mencontohkan tawaran pesawat Hercules C-130 dari negara lain, sementara Indonesia juga mempunyai pesawat dengan kemampuan tersebut. Menurutnya, efektivitas penggunaan armada harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan pemanfaatan bantuan.

“Tapi kan kalau kita punya pesawat C-130 sendiri, ya kenapa harus pinjem dari orang luar gitu ya. Ya kan. Kita lihat keefektifan ee yang ditawarkan oleh mereka itu apa. Gitu ya,” ujarnya.

Kepala BNPB menyebut kebutuhan bantuan dari luar negeri lebih diarahkan pada pengadaan alat dan teknologi yang belum dimiliki Indonesia. 

Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia (SDM), ia menilai Indonesia memiliki personel yang cukup untuk mendukung operasi penanganan karhutla. Pertimbangan teknis, seperti kapasitas angkut pesawat untuk membawa dry ice, juga menjadi bagian dari evaluasi agar penggunaan peralatan lebih efektif.

“Teknologi dong, alat dan teknologi ya, gitu ya. Kalau manusia, SDM kita banyak kok, ya,” tegasnya.

Meski memprioritaskan kemampuan dalam negeri, Kristomei memastikan Indonesia tetap terbuka terhadap bantuan internasional apabila kebutuhan penanganan karhutla tidak dapat dipenuhi sendiri. 

Dia juga menegaskan pentingnya mempercepat penanganan agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar dampak kebakaran.

“Ya saya kira kalau emang kita butuh dan kita nggak punya ya, why not? Tapi kalau kita punya kenapa harus susah-susah minta. Gitu ya,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya