Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
Program sosial dan kebijakan investasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai berpotensi memperkuat fondasi ekonomi nasional, menekan kemiskinan, dan memperluas lapangan kerja.
Analis politik Ujang Komarudin menilai, keberhasilan program pemerintah harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok ekonomi bawah.
“Yang paling penting adalah bagaimana grand design pemerintahan Pak Prabowo-Gibran ini dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Apa yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari skema untuk mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki pendidikan Indonesia,” kata Ujang dikutip dari YouTube NusantaraTV, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Desa Merah Putih saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Menurut Ujang, dampak MBG tidak sebatas pemenuhan gizi. Program tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan permintaan bahan pangan dari pelaku usaha lokal.
“MBG bukan hanya sekadar memberi makan, tetapi ekonomi di sekitar dapur, bahkan di desa, juga berputar. Pekerja-pekerja yang tadinya menganggur mendapatkan pekerjaan, emak-emak yang tadinya tidak punya pekerjaan ikut membantu,” ujarnya.
Meski demikian, Ujang mengingatkan agar pelaksanaan program pemerintah tetap dievaluasi, terutama untuk memastikan ketepatan sasaran dan efektivitas penggunaan anggaran.
“Kalau ada kekurangan, kita koreksi, dan kalau yang bagus, lanjutkan,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Guru Besar Universitas YARSI sekaligus pengamat ekonomi GREAT Institute, Prof Perdana Wahyu Santosa menilai stabilitas makroekonomi menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan nasional.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III mencapai 5,29 persen. Sementara itu, realisasi investasi disebut telah mencapai Rp1.575 triliun atau sekitar 75 persen dari target 2026.
Perdana menilai investasi, industrialisasi, dan hilirisasi dapat memperluas aktivitas ekonomi serta membuka peluang kerja. Adapun MBG dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi melalui rantai pasok pangan, terutama di pedesaan.
“Permintaan telur, ayam, daging, sayuran, dan bahan pangan lainnya akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian, khususnya di pedesaan,” kata Perdana.
Ia juga menilai Koperasi Desa Merah Putih berpotensi memperkuat distribusi logistik dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.