Berita

Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI M. Alkautsar (Kanan) bertemu Ketua Umum APTISI Budi Djatmiko (Kiri) di Kompleks Kantor Pos Pusat, Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Kampus Diminta Ikut Mengevaluasi Masalah Tarif hingga Keselamatan Jalan Tol

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 20:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kebijakan tarif, kualitas pelayanan, dan keselamatan jalan tol didorong untuk dievaluasi secara independen dengan melibatkan perguruan tinggi. Kajian ini diharapkan memastikan kebijakan jalan tol turut mempertimbangkan kepentingan masyarakat.

Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Pengurus Pusat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) M. Alkautsar menyampaikan hal tersebut saat menjajaki kerja sama dengan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko.

“Kita ingin menjadikan kampus sebagai laboratorium kebijakan jalan tol nasional,” kata Alkautsar di Kompleks Kantor Pos Pusat, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 


Kajian akan mencakup penyesuaian tarif, Standar Pelayanan Minimal (SPM), keselamatan pengguna, pengawasan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hasilnya akan didorong menjadi rekomendasi bagi Kementerian Pekerjaan Umum, BPJT, dan Komisi V DPR RI.

Budi mendukung pelibatan perguruan tinggi untuk mengevaluasi kebijakan infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi peluang untuk mempertemukan kapasitas keilmuan perguruan tinggi dengan kebutuhan evaluasi kebijakan infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Penjajakan ini menindaklanjuti 12 rekomendasi strategis FGD Nasional “Jalan Tol untuk Apa dan Siapa?” di Lampung pada 3 Oktober 2026.

Alkautsar menegaskan, kepentingan investasi harus berjalan beriringan dengan perlindungan pengguna jalan.

“Investasi harus tetap tumbuh, tetapi keselamatan, kualitas pelayanan, dan hak masyarakat tidak boleh dikorbankan,” pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya