Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Prabowo: Indonesia dalam Posisi Survival di Tengah Gejolak Global

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 20:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia saat ini berada dalam posisi survival atau harus berjuang untuk bertahan di tengah situasi global yang penuh kerawanan. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa keberlangsungan Indonesia bergantung pada kemampuan negara menjaga kekayaan alamnya. 


Dia mengibaratkan kebocoran sumber daya alam yang terus terjadi seperti darah yang terus mengalir keluar dari tubuh

“Kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan. Kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita, itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, kondisi yang mengharuskan negara berjuang untuk bertahan tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga banyak negara lain di dunia. 

Prabowo mengatakan, Tatanan internasional saat ini semakin tidak menentu dan cenderung diwarnai politik berdasarkan kekuatan, sehingga negara yang tidak mampu memperkuat diri berisiko kehilangan daya tahan.

“Sekarang adalah politik berdasarkan kekuatan. Siapa yang kuat, dia akan survive. Yang tidak kuat, kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah, di mana-mana yang tidak kuat akan punah,” tegasnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa persaingan global telah meluas ke berbagai sektor, mulai dari mata uang, perdagangan, hingga pangan. 

Karena itu, ia meminta kalangan elite dan akademisi tidak lagi memandang persoalan politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan.

“Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor, impor jadi senjata. Sekarang pangan menjadi senjata, beras menjadi senjata. Jadi bisnis tidak bisa kita pandang hanya murni bisnis, tidak bisa,” ujarnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya