Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Pemerintahan

Prabowo Sentil Negara-negara Tertentu yang Kerap Hina Indonesia

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 17:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan kepada negara-negara yang menurutnya kerap menghina Indonesia. 

Hal itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Halaman Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026

Prabowo menegaskan Indonesia merupakan bangsa yang santun dan sabar, tetapi tidak akan membiarkan dirinya terus-menerus diganggu oleh pihak luar.


“Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan. Saudara-Saudara, bangsa Indonesia bangsa yang santun, bangsa Indonesia bangsa yang sabar, bangsa Indonesia sering dihina. Tapi bangsa Indonesia percayalah tidak mau diganggu terus-menerus,” tegasnya.

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak merdeka, Indonesia kerap menghadapi intervensi, provokasi, hingga upaya memecah belah persatuan melalui pemberontakan dan kerusuhan. 

Dia menyinggung berbagai gejolak politik dalam sejarah Indonesia, termasuk peristiwa 1948, DI/TII, APRA, RMS, serta PRRI/Permesta. Kemudian situasi 1997-1998, ketika sejumlah pihak memperkirakan Indonesia akan terpecah pada 1999 hingga 2000. 

Namun, menurutnya, Indonesia mampu melewati berbagai tantangan berkat ketahanan nasional yang kuat dan masyarakat yang semakin cerdas.

"Ternyata kita punya ketahanan nasional yang cukup kuat, Saudara-Saudara. Rakyat kita semakin pandai," kata Prabowo.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya