Berita

Ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PB PENA 98) Tumpak Sidabutar. (Foto: Istimewa)

Politik

PENA 98:

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 15:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, kritik publik menyoroti sejumlah program unggulan yang perlu dibenahi.

Ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PB PENA 98) Tumpak Sidabutar mengatakan, program unggulan Prabowo yang mendesak dibenahi antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Terbongkarnya kasus korupsi hingga bongkar pasang pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) dalam waktu singkat membuat dukungan publik menyusut,” kata Tumpak melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu 21 Oktober 2026.


Menurut Tumpak, secara umum publik masih menilai MBG sebagai program yang baik dan dibutuhkan, tapi banyak masalah terkait tata kelola hingga kasus-kasus keracunan harus ditangani dengan serius.

"Belum lagi KDMP yang belum berjalan maksimal," kata Tumpak.

Selain itu, kata Tumpak, Prabowo-Gibran masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait pembangunan 3 juta rumah rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

"Rendahnya tingkat kepuasan publik harusnya membuat Prabowo segera mengambil kebijakan yang pro rakyat," kata Tumpak.

Di mata Tumpak, saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah stabilitas harga bahan kebutuhan pokok serta penyediaan lapangan kerja.

"Terlebih pernah muncul janji penciptaan 19 juta lapangan kerja pada saat kampanye Pilpres 2024 lalu,” kata Tumpak.

Meski demikian, Tumpak melihat Prabowo sukses menorehkan prestasi berupa swasembada pangan, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Sekolah Rakyat.

“Kebijakan yang menyentuh bidang pendidikan dan kesehatan ini cenderung mendapat dukungan publik, sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Tumpak.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya