Berita

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Pemerintahan

Investasi Pariwisata Tembus Rp39,68 Triliun, tetapi Belum Merata ke Daerah

RABU, 21 OKTOBER 2026 | 13:44 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lebih dari 50 persen investasi pariwisata Indonesia masih terkonsentrasi di kawasan Jakarta Raya dan Bali. 

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mendorong pemerataan investasi agar pembangunan dan manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terpusat di dua kawasan tersebut.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan, realisasi investasi pariwisata pada semester I 2026 mencapai Rp39,68 triliun, tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


“Namun lebih dari 50 persen investasi pariwisata masih terkonsentrasi di greater Jakarta dan Bali,” kata Widiyanti dalam paparannya pada rapat kerja nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Menurutnya, peningkatan nilai investasi perlu diikuti dengan upaya memperluas distribusinya ke berbagai daerah. Pemerataan tersebut diperlukan agar pembangunan dan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas.

“Karena itu selain meningkatkan nilai investasi, kita juga perlu mendorong pemerataan investasi ke berbagai daerah untuk pembangunan dan manfaat ekonomi pariwisata yang lebih merata,” ujarnya.

Widiyanti mengakui, pengembangan kawasan pariwisata masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan konektivitas penerbangan internasional, dukungan lintas kementerian dan lembaga yang belum optimal, hingga terbatasnya investasi unggulan yang dapat menjadi penggerak kawasan.

Pemerintah, lanjutnya, terus mengupayakan pembukaan rute penerbangan baru melalui penjajakan dengan maskapai serta skema insentif bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya